SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Festival Budaya Masalembu 2026 berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya, hiburan rakyat, hingga pentas seni pelajar yang sukses menarik perhatian masyarakat Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Selasa (19/5/2025) malam.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kecamatan Masalembu dipadati warga dan pengunjung yang antusias menyaksikan penampilan para pelajar dari berbagai sekolah. Pentas seni itu menampilkan beragam pertunjukan tradisional, tari daerah, musik, hingga kreativitas generasi muda yang menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
Camat Masalembu, Achmad Auzai Rahman, mengatakan bahwa Festival Budaya Masalembu 2026 masih akan terus berlangsung dengan sejumlah agenda utama yang telah dipersiapkan.
“Pada besok, tanggal 20 Mei merupakan inti kegiatan yaitu Festival Bakar Ikan Ala Masalembu,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol kekayaan hasil laut dan budaya masyarakat pesisir Masalembu yang selama ini dikenal sebagai daerah kepulauan dengan potensi perikanan melimpah.
Tak hanya itu, kemeriahan festival juga akan berlanjut hingga 23 Mei 2026 melalui lomba fotografi Kakatua Jambul Kuning, satwa endemik yang menjadi ikon Pulau Masakambing di Kepulauan Masalembu.
“Selanjutnya dilanjutkan dengan lomba vlog Festival Budaya Masalembu hingga lomba vlog Explorer Masalembu sampai tanggal 31 Mei 2026,” tambahnya.
Rangkaian lomba vlog tersebut diharapkan mampu menjadi media promosi wisata dan budaya daerah melalui platform digital. Para peserta akan diajak mengeksplorasi keindahan alam, budaya, hingga kehidupan masyarakat kepulauan untuk dipublikasikan secara kreatif di media sosial.
Festival Budaya Masalembu 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga momentum memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kepulauan Masalembu kepada masyarakat luas.
Melalui Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah untuk datang langsung menikmati keindahan Pulau Masalembu yang dikenal memiliki panorama pantai eksotis, budaya unik, dan keramahan masyarakatnya.
Sementara sebelumnya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan Festival Budaya Masalembu bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menjaga identitas masyarakat kepulauan agar semakin dikenal luas.
“Masalembu memiliki kekayaan budaya luar biasa. Daerah ini menjadi titik pertemuan budaya Madura, Mandar, dan Bugis yang hidup harmonis sejak lama. Festival ini menjadi ruang promosi budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong Masalembu sebagai destinasi wisata budaya kepulauan unggulan di Jawa Timur.
“Masalembu memiliki karakter budaya yang unik dan berbeda. Akulturasi tiga suku menjadikan tradisi masyarakat di sana sangat kaya dan menarik untuk dipelajari,” katanya.
Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Masalembu sebagai ikon wisata budaya bahari Kabupaten Sumenep.

Tidak ada Respon