PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Picu Amarah Nelayan, Petronas Enggan Temui Massa Lantaran Intervensi SKK Migas

Pada
Picu Amarah Nelayan, Petronas Enggan Temui Massa Lantaran Intervensi SKK Migas
Picu Amarah Nelayan, Petronas Enggan Temui Massa Lantaran Intervensi SKK Migas
A-AA+A++

GRESIK (JURNALIS INDONESIA) – Petronas Carigali kembali dinilai tidak transparan terhadap nelayan. Saat ratusan nelayan bersama aktivis menggelar aksi di kawasan Maspion, Surabaya, perusahaan migas asal Malaysia itu sama sekali tidak berani menemui massa. Gresik, Selasa (19-08-2025).

Pihak pengelola kawasan Maspion menyebut, absennya Petronas bukan disebabkan alasan teknis, melainkan akibat intervensi langsung dari SKK Migas Jabanusa yang melarang Petronas berdialog dengan nelayan.

IMG-20260926-WA0006

Para nelayan sempat bertahan dan menolak membubarkan diri karena merasa ditelantarkan oleh perusahaan migas asal Malaysia itu. Mereka menuntut agar Petronas menjelaskan secara terbuka soal aliran ganti rugi rumpon nelayan senilai Rp21 miliar yang hingga kini tidak jelas juntrungannya.

Koordinator aksi, Faris Reza Malik, dengan lantang mengecam sikap tutup mulut tersebut.

“Kami tidak akan bubar jika Petronas tidak menemui kami. Tolong aparat jangan hanya jadi tameng perusahaan. Komunikasikan kami dengan Petronas. Jangan sampai APH diadu domba dengan massa aksi,” teriaknya.

Tak lama, pihak General Affair Maspion, Nur Rifai, keluar menemui massa. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan manajemen Petronas. Dari informasi yang disampaikan, Petronas secara resmi mengaku tidak berani menemui massa karena dicegah oleh SKK Migas Jabanusa.

“Kemarin saya sudah komunikasi dengan Petronas. Pak Veldi menyampaikan bahwa Petronas dilarang menemui massa aksi oleh SKK Migas,” ujar Nur Rifai.

Pernyataan tersebut bahkan dituangkan secara tertulis oleh pihak Maspion: Petronas tidak bisa menemui nelayan karena ada larangan dari SKK Migas.

Situasi itu menimbulkan kecurigaan besar di kalangan nelayan dan aktivis. Mereka menilai SKK Migas tidak hanya melindungi kepentingan Petronas, tetapi juga ikut menghalangi ruang dialog yang seharusnya terbuka.

Hanafi, salah satu pimpinan aksi, menegaskan bahwa masalah ini tidak boleh berhenti di Maspion.

“Besok kita akan demo ke SKK Migas Jabanusa. Kami ingin tahu kenapa lembaga negara yang seharusnya mengawasi malah mengintervensi. Jangan-jangan SKK Migas ini bermain mata dengan perusahaan. Kalau benar begitu, berarti SKK Migas lebih berpihak pada korporasi ketimbang rakyat,” tegasnya. (sid)

Bacaan Lainnya

Pencabulan Anak Usia 4 Tahun, LBH GP Ansor Tegal: Ini Kejahatan Kemanusiaan Luar Biasa

TEGAL (JURNALIS INDONESIA) – Peristiwa memilukan diduga terjadi...

Dugaan Penganiayaan Anak di Lingkar Barat Dilaporkan ke Polresta Sumenep, Pelapor Minta Terduga Pelaku Segera Ditangkap

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dugaan tindak pidana penganiayaan...

Pelaku Dugaan Pencabulan di Batuputih Ditangkap, Ibu Korban Apresiasi Polresta Sumenep dan Minta Dihukum Berat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Keberhasilan Satreskrim Polresta Sumenep...

Kapolresta Sumenep dan Kepala BNNK Pimpin Operasi Gabungan, Sasar Cafe Mr. Ball dan Pelabuhan Kalianget

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Polresta Sumenep bersinergi dengan...

Polresta Sumenep Tindak Lanjuti Aduan Dugaan Pelanggaran Etik Anggota, Gelar Perkara Segera Dilakukan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Polresta Sumenep melalui Seksi...

Polres Pemalang Dalami Dugaan Perundungan yang Berujung Kematian Siswa SD

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Polres Pemalang menggelar konferensi...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *