Menu

Mode Gelap
Aksi Kemanusiaan PMI Sumenep, Puluhan Tukang Becak dan Pemulung Terima Bantuan Kepedulian Ramadan, Swiss-Belinn Manyar Berbagi dengan Anak-anak Sahabat Gempita Swara Semesta Jelang Hari Raya Idulfitri, Senyum Anak Yatim Warnai Program Belanja Baju Lebaran Baznas Sumenep Wujud Nyata Bismillah Melayani Bupati Fauzi untuk Kepulauan, Siapkan PLTS Berkapasitas 2 MW di Pagerungan Kecil dan Gili Labak Bulog Bersama BPP Pragaan Serap Hasil Panen Petani untuk Perkuat Ketahanan Pangan

HUKUM & KRIMINAL · 21 Agu 2025 08:34 WIB

Picu Amarah Nelayan, Petronas Enggan Temui Massa Lantaran Intervensi SKK Migas


 Picu Amarah Nelayan, Petronas Enggan Temui Massa Lantaran Intervensi SKK Migas Perbesar

Picu Amarah Nelayan, Petronas Enggan Temui Massa Lantaran Intervensi SKK Migas

GRESIK (JURNALIS INDONESIA) – Petronas Carigali kembali dinilai tidak transparan terhadap nelayan. Saat ratusan nelayan bersama aktivis menggelar aksi di kawasan Maspion, Surabaya, perusahaan migas asal Malaysia itu sama sekali tidak berani menemui massa. Gresik, Selasa (19-08-2025).

Pihak pengelola kawasan Maspion menyebut, absennya Petronas bukan disebabkan alasan teknis, melainkan akibat intervensi langsung dari SKK Migas Jabanusa yang melarang Petronas berdialog dengan nelayan.

Para nelayan sempat bertahan dan menolak membubarkan diri karena merasa ditelantarkan oleh perusahaan migas asal Malaysia itu. Mereka menuntut agar Petronas menjelaskan secara terbuka soal aliran ganti rugi rumpon nelayan senilai Rp21 miliar yang hingga kini tidak jelas juntrungannya.

Koordinator aksi, Faris Reza Malik, dengan lantang mengecam sikap tutup mulut tersebut.

“Kami tidak akan bubar jika Petronas tidak menemui kami. Tolong aparat jangan hanya jadi tameng perusahaan. Komunikasikan kami dengan Petronas. Jangan sampai APH diadu domba dengan massa aksi,” teriaknya.

Tak lama, pihak General Affair Maspion, Nur Rifai, keluar menemui massa. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan manajemen Petronas. Dari informasi yang disampaikan, Petronas secara resmi mengaku tidak berani menemui massa karena dicegah oleh SKK Migas Jabanusa.

“Kemarin saya sudah komunikasi dengan Petronas. Pak Veldi menyampaikan bahwa Petronas dilarang menemui massa aksi oleh SKK Migas,” ujar Nur Rifai.

Pernyataan tersebut bahkan dituangkan secara tertulis oleh pihak Maspion: Petronas tidak bisa menemui nelayan karena ada larangan dari SKK Migas.

Situasi itu menimbulkan kecurigaan besar di kalangan nelayan dan aktivis. Mereka menilai SKK Migas tidak hanya melindungi kepentingan Petronas, tetapi juga ikut menghalangi ruang dialog yang seharusnya terbuka.

Hanafi, salah satu pimpinan aksi, menegaskan bahwa masalah ini tidak boleh berhenti di Maspion.

“Besok kita akan demo ke SKK Migas Jabanusa. Kami ingin tahu kenapa lembaga negara yang seharusnya mengawasi malah mengintervensi. Jangan-jangan SKK Migas ini bermain mata dengan perusahaan. Kalau benar begitu, berarti SKK Migas lebih berpihak pada korporasi ketimbang rakyat,” tegasnya. (sid)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bluto, Kuasa Hukum Minta Penanganan Profesional

11 Maret 2026 - 16:06 WIB

Kuasa hukum korban, H. Andika Megiesta Cahya Hendra Kusuma, S.E., S.H., M.H.,

Pensiunan di Talango Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Penipuan Modal Usaha Rp135 Juta ke Polres Sumenep

24 Februari 2026 - 01:51 WIB

Pensiunan di Talango Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Penipuan Modal Usaha Rp135 Juta ke Polres Sumenep

Satpol PP Tidak Berani Tutup Proyek Pabrik Pakan Ternak Tak Berijin, Ada Apa?

10 Februari 2026 - 22:18 WIB

Kejati Jatim Harus Pelototi Kinerja Kejari Sumenep, Penanganan Kasus Dugaan Korupsi KPU Tak Kunjung Ada Tersangka

1 Februari 2026 - 12:25 WIB

KOLASE FOTO. Kajati Jatim, Agus Sahat ST, SH, MH, dan Kajari Sumenep Nislianudin

Diduga Gelapkan Dana Rp500 Juta, Salah Satu Pimpinan Ponpes di Sampang Resmi Dilaporkan ke Polisi

1 Februari 2026 - 09:53 WIB

DPC Partai Hanura Pemalang Hadiri Musda IV DPD Partai Hanura Jawa Tengah

26 Januari 2026 - 11:44 WIB

Trending di HUKUM & KRIMINAL

Sorry. No data so far.