JURNALIS INDONESIA – Bea Cukai (BC) Madura seakan bersekongkol dengan Perusahaan/Pabrik Rokok (PR) Sentol Jaya Mandiri yang bersarang di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, yang berada di bawah pengawasannya yang terang-terangan memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal yang juga diduga menjadi sarang ternak pita cukai, Kamis (5/6/2025).
Bagaimana tidak, PR Sentol Jaya Mandiri yang terdaftar dengan nama pemilik Siti Sa’adah yang ditengarai kepunyaan Haji SK (inisial-red) masih saja dibiarkan.
PR Sentol Jaya Mandiri yang bersarang di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, terang-terangan memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal merk “Sentol Madu” Sigaret Kretek Tangan (SKT).
“Pabrik itu milik Haji SK (inisial-red) hanya mempunyai tujuh pekerja itu pun kalau aktif tiap hari masuk semuanya, perusahaan itu berproduksi kurang lebih setengah tahunan dan merk rokoknya Sentol Madu,” beber seorang warga setempat.
Aktivis peduli Bea Cukai, Ahmadi, berharap kepada pihak Bea Cukai Madura agar segera mengevaluasi keberadaan PR Sentol Jaya Mandiri yang bersarang di wilayah hukumnya itu.
“Kami harapkan BC Madura secepatnya mengambil tindakan tegas kalau perlu cabut ijin produksinya kalau tidak serius dalam menjalankan bentuk usahanya, jangan sampai BC Madura memelihara dan beternak perusahaan yang tidak produktif,” kata dia.
Ahmadi juga berpendapat, bahwa perusahaan pabrik rokok SKT yang berstatus tidak aktif berproduksi lebih cenderung hanya mengambil jatah kuota pita dari Bea Cukai Madura.
Yang mana jatah pita yang telah ditebus oleh pihak perusahaan bukan ditempel pada hasil produksi rokoknya, namun pita cukai rokok itu berpotensi dijual kembali kepada perusahaan lain melalui mafia pita cukai demi keuntungan pribadinya.
“Bila sudah terjadi seperti itu jelas perusahaan itu sudah tidak sehat lagi dan menyalahgunakan izin. Dan harusnya dicabut NPPBKC-nya,” lanjutnya.
Sementara Haji SK dan Siti Sa’adah yang terdaftar sebagai pemilik PR Sentol Jaya Mandiri belum dapat dikonfirmasi.
Kepala Bea Cukai Madura Muhammad Syahirul Alim dikonfirmasi via selulernya mendadak menghilang. Nomor yang biasanya aktif tiba-tiba tidak aktif dan tidak tersambung.
Jurnalis Indonesia kini dalam penelusuran lebih lanjut. (ily/red)


