SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menekankan pentingnya validasi mutu demi keselamatan pasien. Kamis (7/5/2026), bertempat di Ruang Pertemuan Smiley lantai 3 yang diikuti peserta dari berbagai unit pelayanan kesehatan, rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini mengadakan pelatihan validasi data bagi validator mutu.
Menurutnya, pentingnya memperkuat budaya mutu dalam pelayanan kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat semakin profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Dengan penerapan validasi mutu secara berkesinambungan, diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, terpercaya, dan sesuai standar kesehatan nasional,” tegasnya.
Karena penerapan validasi mutu menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan rumah sakit modern. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan, prosedur medis, penggunaan alat kesehatan, hingga sistem pelayanan berjalan sesuai standar dan memberikan keamanan bagi pasien.
Dalam sektor pelayanan kesehatan, validasi mutu memiliki peranan besar karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien, efektivitas layanan, efisiensi kerja, serta kepatuhan terhadap regulasi dan standar akreditasi rumah sakit.
Beberapa tujuan utama penerapan validasi mutu di antaranya untuk menjamin keselamatan pasien, meminimalisasi risiko kesalahan medis, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Selain itu, validasi mutu juga menjadi salah satu unsur penting dalam pemenuhan standar akreditasi fasilitas kesehatan.
“Pelaksanaan validasi mutu dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan indikator mutu, pengumpulan data, observasi lapangan, audit pelayanan, hingga analisis hasil evaluasi,” jelasnya
Validasi mutu yang diterapkan di rumah sakit, seperti validasi proses pelayanan, validasi alat kesehatan, validasi data dan dokumentasi, hingga validasi program keselamatan pasien. Penerapannya mencakup evaluasi pelayanan rawat inap, ketepatan pemberian obat, kalibrasi alat medis, sampai sistem pencegahan infeksi di lingkungan rumah sakit.


