PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Insiden dugaan pengusiran wartawan saat meliput tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Wonogiri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, menuai protes dari Forum Wartawan Pemalang (FWP).
Seorang wartawan bernama Rudi, dari media suarabersatu.com, diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari salah seorang panitia pengawas Pilkades bernama Kamari. Peristiwa tersebut terjadi ketika Rudi sedang menjalankan tugas jurnalistik di lokasi kegiatan, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan rekaman video berdurasi sekitar 20 detik yang beredar, Rudi terlihat diminta meninggalkan area kegiatan hingga akhirnya berada di luar pagar lokasi acara.
Peristiwa itu mendapat perhatian serius dari Ketua Forum Wartawan Pemalang (FWP), Drs. Imam Santoso, CPP. Ia menyampaikan protes sekaligus menyayangkan tindakan yang diduga dilakukan oleh pihak panitia terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan.
“Itu acara terbuka untuk umum. Saya menyatakan protes atas kejadian tersebut dan akan menemui panitia untuk meminta klarifikasi,” ujar Imam Santoso.
Menurutnya, kegiatan Pilkades yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat semestinya dapat diketahui publik melalui pemberitaan media massa. Oleh karena itu, pihak panitia perlu memberikan penjelasan mengenai alasan wartawan tersebut diminta meninggalkan lokasi kegiatan.
Diketahui, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan Pilkades Desa Wonogiri yang telah dijadwalkan, yakni penyampaian visi dan misi serta pengambilan nomor urut calon kepala desa.
FWP berharap pihak panitia dapat memberikan klarifikasi secara terbuka agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman antara penyelenggara Pilkades dan insan pers.
Selain itu, kejadian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi agar hubungan kemitraan antara penyelenggara kegiatan dan insan pers tetap terjalin dengan baik, serta tugas jurnalistik dapat berjalan tanpa hambatan. (mam/ely)

Tidak ada Respon