PASANG IKLANMU DISINI

Korban Minta Polsek Batang-Batang Cepat Tangani Laporan Penganiayaan yang Libatkan 3 Gerombolan Wanita

Pada
ILUSTRASI. Korban Minta Polsek Batang-Batang Cepat Tangani Laporan Penganiayaan yang Libatkan 3 Gerombolan Wanita. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewi Ratnasari (28) asal Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang menjadi korban penganiayaan oleh 3 gerombolan wanita meminta Polsek setempat cepat menangani laporannya, Sabtu (31/8/2024).

Dewi Ratnasari (korban) telah melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya kepada Polsek Batang-Batang, Polres Sumenep, Polda Jatim, sudah seminggu ke sekarang yakni tanggal 24 Agustus 2024 sekira pukul 22.00 Wib, satu jam setelah mendapatkan aksi penganiayaan.

IMG-20260617-WA0002

Sebagaimana Surat Tanda Penerimaan Laporan bernomor: STPL/6/VIII/2024/RESKRIM yang dikeluarkan oleh Polsek Batang-Batang.

Dewi Ratnasari mengungkapkan, dirinya telah dianiaya oleh Sulastri, Asmani dan Hosna yang terjadi di teras rumahnya sekira pukul 21.00 WIB.

Dikatakan, penganiayaan kepada dirinya bermula saat perempuan 28 tahun ini berdiri di teras rumahnya didatangi oleh Sulastri, Asmani dan Hosna.

Sulastri lalu berkata “kamu kenapa kok nunggu suami korban”, selanjutnya langsung memukul dan menjambak rambut dan baju korban secara berkali-kali hingga datang seseorang memisah dengan cara menarik Sulastri.

“Di saat itu juga, lalu secara tiba-tiba Asmani menampar muka saya dan menarik rambut, dan juga baju,” terangnya.

Kemudian datang orang memisah. Di saat duduk lemas, secara tiba-tiba Hosna juga datang menendang badan korban sebanyak tiga kali dan menjambak rambut korban hingga datang Norudin untuk memisah dengan menarik Hosna. Hingga banyak warga tetangga berdatangan untuk memisah.

“Dan saat itu saya tidak melakukan perlawanan,” jelas korban, Dewi Ratnasari.

Akibat kejadian itu, Dewi Ratnasari (korban) mengaku mengalami luka memar memerah pada tangan kanan, memar memerah pada leher bagian depan, belakang, leher bagian kanan dan kiri. Sekaligus mengalami sakit pada bagian kepala bagian atas hingga mengalami pusing.

“Maka sudah sepatutnya saya meminta kepada Polsek Batang-Batang untuk cepat menangani laporan saya yang telah menjadi korban penganiayaan mereka. Agar mereka itu tidak sewenang-wenang kepada orang,” pinta korban.

Kanit Reskrim Polsek Batang-Batang, Polres Sumenep, mengaku, dalam kasus ini sudah memeriksa saksi-saksi.

Di awal pelaporan, Kanit Reskrim Polsek Batang-Batang mengatakan, masih mengutamakan kesehatan korban dalam melakukan pemeriksaaan. Sebab dikatakan, korban masuk rumah sakit.

“Dan Minggu ini akan dijadwalkan untuk pemeriksaan kepada terlapor,” terang Angga. (ily)

Bacaan Lainnya

Alasan Sakit, Istri Anom Mangkir dari Panggilan KPK, FWP: Mungkin Takut Ditahan

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Istri Bupati Pemalang nonaktif...

Polresta Sumenep Bongkar Dugaan Peredaran Pil Y di Gapura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Satuan Samapta Polresta Sumenep...

Demi Keamanan Warga, Anggota DPRD Sumenep Desak Polsek Masalembu Putus Jaringan Narkoba dan Penadah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya menjaga keamanan dan...

Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, Anwar Sadad Absen dari Pemeriksaan KPK

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Anggota DPR RI, Anwar...

Mengenaskan, Bupati Baru Pemalang Anom Widiyantoro Diciduk KPK Terkait Jual Beli Proyek dan Jabatan ‎

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Sebanyak 21 orang pejabat...

Perkuat Good Governance, RSUD Sumenep Teken Kerja Sama dengan Kejari dan Kantor Pertanahan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. H. Moh....

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *