PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Pemkab Sumenep Melalui DKPP Lakukan Berbagai Upaya Antisipasi Resiko El Nino

Pada
Kepala DKPP Arif Firmanto di suatu kesempatan mendampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat yang dipimpin Kadis Arif Firmanto melakukan berbagai upaya mengantisipasi terjadinya resiko El Nino di Kota Keris.

Upaya yang dilakukan DKPP Kabupaten Sumenep seiring rilis dari BMKG, yang memprediksi El Nino bakal terjadi pada tahun 2023 ini.

IMG-20260926-WA0006

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Arif Firmanto bergerak cepat dengan langsung mengerahkan seluruh penyuluh di lingkungannya untuk memberikan edukasi kepada petani terkait dengan dampak dan resiko terburuk dari terjadinya fenomena alam El Nino itu.

“Kami melakukan sosialisasi mitigasi dampak El Nino dan perubahan iklim kepada petani atau kelompok tani melalui penyuluhan,” terang Kadis Arif karib dipanggil, Senin (11/9/2023).

Di samping upaya sosialisasi itu, DKPP Sumenep yang dipimpinnya juga terus berupaya melakukan peningkatkan produktivitas sistem tanam dengan tumpang sari jagung, dan pagi gogo.

“Kami mendorong para petani agar menanam padi di lokasi-lokasi yang memungkinkan ketersediaan sumber air. Sehingga ketersediaan beras dapat terjamin meski El Nino telah terjadi,” jelas Kepala DKPP Sumenep yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan petani di ujung timur pulau Madura.

Kadis Arif mengatakan, jika DKPP Sumenep yang dipimpinnya, sudah melakukan beberapa langkah agar ketersediaan beras di ujung timur pulau Madura tetap dapat tercukupi menghadapi terjadinya El Nino nanti.

“Kami juga mengapresiasi para petani Sumenep yang memiliki kebiasaan menyimpan hasil panen padi dalam kurun waktu yang telah ditentukan,” tutur Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto.

Sehingga melalui kebiasaan petani dan motivasinya, merupakan langkah dalam menjaga ketahanan pangan di tatanan keluarga. Di akuinya, mayoritas petani yang ada di Kabupaten Sumenep memiliki kebiasaan atau budaya menyimpan hasil panen padi untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarganya.

“Dan petani kita itu, sesekali menjual beras ke penggilingan jika ada kebutuhan keuangan,” jelas Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto. (*ji/ily)

Bacaan Lainnya

Perluas Pembayaran Nontunai, Bapenda Sumenep Kenalkan QRIS kepada Warga Gayam dan Nonggunong

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Susun Strategi Baru Pengentasan Kemiskinan Berbasis Wilayah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Siapkan Roadmap Percepatan Ekonomi, Bidik Sektor Penggerak Utama

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Bappeda Sumenep Kenalkan Arah Pembangunan 2025–2029 Lewat Stan Bernuansa Keraton di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

KSOP Kalianget Aktif Edukasi Pelajar tentang Keselamatan Pelayaran, Disambut Antusias dan Tuai Apresiasi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

Matangkan RDTR, Bupati Sumenep Minta Semua Pihak Satu Persepsi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *