Menu

Mode Gelap

PEMERINTAHAN · 11 Sep 2023 21:58 WIB

Pemkab Sumenep Melalui DKPP Lakukan Berbagai Upaya Antisipasi Resiko El Nino


 Kepala DKPP Arif Firmanto di suatu kesempatan mendampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (foto/ist) Perbesar

Kepala DKPP Arif Firmanto di suatu kesempatan mendampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (foto/ist)

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat yang dipimpin Kadis Arif Firmanto melakukan berbagai upaya mengantisipasi terjadinya resiko El Nino di Kota Keris.

Upaya yang dilakukan DKPP Kabupaten Sumenep seiring rilis dari BMKG, yang memprediksi El Nino bakal terjadi pada tahun 2023 ini.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Arif Firmanto bergerak cepat dengan langsung mengerahkan seluruh penyuluh di lingkungannya untuk memberikan edukasi kepada petani terkait dengan dampak dan resiko terburuk dari terjadinya fenomena alam El Nino itu.

“Kami melakukan sosialisasi mitigasi dampak El Nino dan perubahan iklim kepada petani atau kelompok tani melalui penyuluhan,” terang Kadis Arif karib dipanggil, Senin (11/9/2023).

Di samping upaya sosialisasi itu, DKPP Sumenep yang dipimpinnya juga terus berupaya melakukan peningkatkan produktivitas sistem tanam dengan tumpang sari jagung, dan pagi gogo.

“Kami mendorong para petani agar menanam padi di lokasi-lokasi yang memungkinkan ketersediaan sumber air. Sehingga ketersediaan beras dapat terjamin meski El Nino telah terjadi,” jelas Kepala DKPP Sumenep yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan petani di ujung timur pulau Madura.

Kadis Arif mengatakan, jika DKPP Sumenep yang dipimpinnya, sudah melakukan beberapa langkah agar ketersediaan beras di ujung timur pulau Madura tetap dapat tercukupi menghadapi terjadinya El Nino nanti.

“Kami juga mengapresiasi para petani Sumenep yang memiliki kebiasaan menyimpan hasil panen padi dalam kurun waktu yang telah ditentukan,” tutur Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto.

Sehingga melalui kebiasaan petani dan motivasinya, merupakan langkah dalam menjaga ketahanan pangan di tatanan keluarga. Di akuinya, mayoritas petani yang ada di Kabupaten Sumenep memiliki kebiasaan atau budaya menyimpan hasil panen padi untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarganya.

“Dan petani kita itu, sesekali menjual beras ke penggilingan jika ada kebutuhan keuangan,” jelas Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto. (*ji/ily)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Pemkab Sumenep Gelar Gebyar Muharram dengan Bershalawat, Bupati Fauzi: Wujud Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW

16 Juli 2024 - 23:52 WIB

Bapenda Sumenep Turlap ke Nonggunong Sosialisasi Pembayaran Pajak Daerah Non Tunai dan Penyerahan SPPT

16 Juli 2024 - 22:59 WIB

Pemkab Gelar Penyerahan Pusaka Keraton untuk Melestarikan Budaya dan Tradisi Agung yang Dimiliki Sumenep

16 Juli 2024 - 21:38 WIB

Bupati Rini Syarifah Serahkan SK Pengukuhan BPD di Kabupaten Blitar

16 Juli 2024 - 15:33 WIB

Bupati Blitar Hadiri Acara Pentasyarufan Baznas di Kecamatan Wonodadi

15 Juli 2024 - 17:01 WIB

Pemkab Bersama Pelar Agung Gelar Haul dan Jamasan Pusaka Keraton Sumenep 2024 Libatkan Pelajar

15 Juli 2024 - 15:18 WIB

Trending di PEMERINTAHAN