SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat menggelar High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton, Kamis (19/6).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bapenda Sumenep ini bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur dan dihadiri langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Hadir juga sejumlah pihak penting lainnya, di antaranya Kepala Bapenda Sumenep Faruk Hanafi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Asisten Administrasi Umum (Asisten III), perwakilan Bank Indonesia dari Surabaya, serta para pelaku UMKM binaan seperti Tajamara dan pengelola kawasan Taman Adipura Sumenep.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep salah satu dari komitmen dalam memperkuat transformasi digital tata kelola keuangan daerah.
“Melalui implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) ini menegaskan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang modern, transparan, dan akuntabel,” tutur Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat memberikan sambutan.
Bupati Cak Fauzi familiar disapa melanjutkan, High Level Meeting ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata memperkuat pemahaman kelembagaan dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ini bagian dari strategi besar untuk membangun Sumenep yang lebih baik, lebih transparan, dan berdaya saing,” terang Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bupati Cak Fauzi menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi, tetapi juga sebagai instrumen vital dalam menutup celah kebocoran anggaran dan memperbaiki tata kelola keuangan pemerintah daerah.
“Penerapan ETPD yang maksimal akan memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal,” papar Bupati Sumenep Cak Fauzi.
Menurut Bupati Cak Fauzi, Kabupaten Sumenep memiliki tantangan geografis tersendiri karena terdapat 126 pulau, dengan 48 di antaranya berpenghuni, 330 desa, dan 27 kecamatan. Namun bagi Bupati Sumenep kondisi geografis tidak menjadi penghalang untuk meluaskan jangkauan digitalisasi.
“Bersama pemerintah provinsi dan Bank Indonesia, kami memiliki visi yang sama, digitalisasi harus merata, termasuk hingga wilayah kepulauan. Kami dorong semua pihak untuk bersinergi mencapai target ini,” jelas Bupati Sumenep.
Dalam implementasinya dijelaskan Bupati Cak Fauzi, seluruh transaksi keuangan Pemerintah Kabupaten Sumenep kini telah dilakukan secara non-tunai. Bahkan, sesuai arahan pemerintah pusat, transaksi rekanan di atas Rp2 juta wajib dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP). Di sektor penerimaan daerah, seperti retribusi, penggunaan kanal digital juga telah diterapkan.
Bupati Sumenep mengungkapkan, capaian indeks ETPD Kabupaten Sumenep menunjukkan tren positif. Pada tahun 2022 mencapai 88, meningkat menjadi 92 pada 2023, dan melonjak hingga 97 persen pada tahun 2024.
“Dengan capaian ini, kami berkomitmen terus membangun tata kelola keuangan yang modern, inklusif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital hingga ke pelosok kepulauan,” jelas Bupati Sumenep Cak Fauzi.


