SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Chainur Rasyid, menggelar Pekan Krida guna memeriahkan peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-53 yang jatuh pada 21 Juni 2025.
Pekan Krida berlangsung selama enam hari yang diselenggarakan sejak 19 hingga 24 Juni 2025. Pekan Krida yang digelar tersebar di berbagai kecamatan termasuk wilayah kepulauan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan Pekan Krida yang diselenggarakan bukan sekadar seremoni tetapi momentum memperkuat kedaulatan pangan dari tingkat lokal.
“Hari Krida ini jadi pengingat pentingnya ketangguhan petani daerah dalam menopang ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” terang Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid yang familiar disapa Kadis Inung dilansir Jumat (20/6).
Kadis Inung, sosok pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) visioner yang masuk pada bursa calon kuat pengganti Sekda Sumenep menyampaikan, bahwa kegiatan di seluruh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) merupakan instruksinya langsung.
Adapun agendanya kata Kepala DKPP Kabupaten Sumenep meliputi pameran hasil tani, lomba inovasi teknologi, aksi sosial hingga bazar pangan lokal.
Enam zona wilayah dilibatkan dalam Pekan Krida lanjutnya, Wilayah Selatan dan Timur membuka rangkaian kegiatan pada 19 Juni, disusul Barat dan Kepulauan pada 20 Juni. Wilayah Utara dijadwalkan pada 23 Juni, dan ditutup oleh Wilayah Tengah pada 24 Juni.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengharapkan pentingnya regenerasi petani. Karena itu, pelajar dan pemuda dilibatkan melalui lomba edukatif serta pameran teknologi pertanian.
“Petani milenial harus hadir sebagai pelopor pertanian modern yang berbasis teknologi dan pasar,” ungkap Kadis Inung.
Kadis Inung juga mengungkapkan, bahwa Pekan Krida yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) ke-53 tahun 2025 dengan melibatkan Forkopimda, tokoh masyarakat serta stakeholder pertanian. Hal ini, kata Inung, menunjukkan bahwa sektor pertanian adalah tanggung jawab bersama.
“Jika fondasi pertanian desa diperkuat, ketergantungan impor bisa ditekan. Sumenep siap berkontribusi untuk swasembada pangan nasional,” jelas Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, salah satu sosok calon kuat pengganti Sekda Sumenep.


