SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Perbedaan kondisi infrastruktur antara Pelabuhan Keramaian dan Pelabuhan Masalembu menjadi sorotan masyarakat. Jika Pelabuhan Keramaian dibawah kewenangan Kementerian Perhubungan
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Kantor UPP Kelas III Masalembu bikin betah lantaran jalannya mulus dan lebar, kondisi sebaliknya justru terjadi di Pelabuhan Masalembu yang terletak di pusat kecamatan.
Kondisi pelabuhan Masalembu yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dibawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa justru dianggap membahayakan keselamatan dan mengancam nyawa masyarakat. Bagaimana tidak, jalan Pelabuhan Masalembu bertahun-tahun dibiarkan rusak parah dan sering memakan korban pengguna jalan sepeda motor terjatuh.
Selain rusak parah, sepanjang jalan Pelabuhan Masalembu juga minim lampu penerangan saat malam hari. Bahkan Keberadaan jalan Pelabuhan Masalembu itu dianggap tidak layak dilewati.
“Perbedaan kondisi Pelabuhan Keramaian dengan Pelabuhan Masalembu sangat berbeda jauh. Bisa dilihat sendiri perbedaannya,” ungkap Rika, warga asal Kecamatan Daratan Kabupaten Sumenep yang juga melihat langsung fasilitas Pelabuhan Keramaian, Rabu (18/3/2026).
Warga setempat juga mengaku puas dengan Pelabuhan Keramaian selain jalannya mulus juga wujud bukti nyata dari buah kinerja Rahmat Rahim selaku Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Masalembu dan juga putra daerah setempat.
Berbeda dengan kondisi Pelabuhan Masalembu yang jadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dibawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang bikin keselamatan terancam dan telah banyak memakan korban pengguna sepeda terjatuh.
“Saya saja tadi malam bersama anak saat berangkat ke Keramaian hampir saja terjatuh dan nyemplung ke laut di Pelabuhan Masalembu karena kondisi jalan Pelabuhannya yang berlubang parah ditambah minimnya lampu penerangan,” kata Rika.
Warga setempat pun mengaku prihatin dengan kondisi Pelabuhan Masalembu yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang keberadaannya sangat tidak terurus dan membahayakan pengguna jalan. Bahkan dianggap tidak diperdulikan oleh Pemprov Jatim yang kini dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Rika juga menilai, jika kondisi Pelabuhan Masalembu yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu tidak segera diperbaiki sama halnya masyarakat setempat terang-terangan mau dicelakakan. (ily)


