SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Desa (Kades) setempat Masjukun tiba-tiba jadi melunak atas dugaan ketidakberesan pekerjaan proyek pembangunan rehabilitasi irigasi sungai di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang tanpa memasang papan informasi, Minggu (15/10/2023).
Kades Gedungan yang sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Batuan ini awalnya garang ketika mengetahui dari awak media mengenai keberadaan pekerjaan proyek siluman pembangunan rehabilitasi irigasi sungai tanpa papan informasi yang ada di wilayahnya lantaran juga ditegaskan tanpa permisi pemberitahuan ke pemerintah desa yang dipimpinnya, baik dari pihak dinas maupun dari kontraktor pelaksana.

Baca Juga : Proyek Pembangunan Rehabilitasi Irigasi Sungai di Desa Gedungan Diduga Tak Beres
Mengejutkannya, saat kembali dikonfirmasi Sabtu (14/10/2023), Kades Masjukun mengaku jika pihak pelaksana sebelumnya telah berkirim surat pemberitahuan ke desanya. Usut punya usut, ternyata sikap melunak Ketua AKD Batuan ini diketahui setelah ditemui oleh pihak dari kontraktor pelaksana proyek siluman tersebut.
Kades Masjukun berdalih tidak mengecek surat pemberitahuan tersebut sebelumnya ke kantor desa yang dipimpinnya sehingga mengaku tidak tahu bahwa ada surat masuk. Namun janggalnya lagi, Masjukun tidak menyebutkan secara detail tanggal dan nomor surat tersebut.
“Suratnya sudah masuk dan saya tidak mengecek sebelumnya sehingga tidak tahu kalau ada surat masuk, dan saya sudah menyarankan agar secepatnya memasang papan informasi proyek,” dalihnya singkat, Sabtu (14/10/2023).
![]()
Diberitakan sebelumnya, dugaan ketidakberesan pekerjaan proyek siluman pembangunan rehabilitasi irigasi sungai di Desa Gedungan selain tidak memasang papan informasi proyek, pantauan sejumlah media di lokasi, Senin (9/10/2023), terlihat pabrikasi pelat beton yang dipasang pada dua sisi saluran sungai diduga tidak sesuai dengan Spesifikasi Teknik (Spek).
Sebab, pelat beton yang dipasang pada dua sisi saluran sungai sama sekali tidak dilandasi dengan pemasangan batu gunung yang dilapisi adukan semen dicampur pasir (Spesi) sebagai sandaran guna memperkuat pemasangan agar tidak mudah ambruk saat debit air sungai naik.
Pelat beton hanya di tata rapi, sementara dibelakang pelat beton yang kosong ditimbun dari tanah hasil galian sungai dan sisa-sisa batu.
Sementara di tengah pekerjaan konstruksi bangunan berlangsung, konsultan pengawas pun tidak tampak batang hidungnya dalam melakukan pengawasan, saat sejumlah media berada di lokasi pada Senin, 9 Oktober 2023.
Awak media berupaya mengonfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Hendri Hartono via selulernya, namun hingga Minggu (15/10/2023) yang bersangkutan enggan merespon. (*ji/ily)


