Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Bupati Fauzi: Festival Musik Tongtong Simbol Kemenangan Masyarakat Sumenep Pasca Pilkada 2024

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Festival musik tongtong se-Madura bertajuk ‘Ngopeni Sumenep’ yang diselenggarakan Pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo menjadi simbol kemenangan masyarakat Sumenep pasca Pilkada serentak 2024.

Sebanyak 40 group musik tongtong beserta tarian seni masing -masing daerah yang turut serta menyemarakkan kegiatan spektakuler tersebut mampu menghibur puluhan ribu mayarakat yang hadir dari lintas generasi. Mulai dari anak anak, pemuda, hingga orang tua.

IMG-20260619-WA0003

Kegiatan Festival Musik Tongtong se-Madura ini di start dari depan Kampus Uniba menuju kantor Trisakti.

Bahkan, sejumlah jalan raya menjadi macet akibat begitu antusiasnya masyarakat se-Madura yang ingin menyaksikan group musik tongtong andalannya di Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengaku bangga dengan kegiatan spektakuler festival musik tongtong se-Madura 2024.

“Pertunjukan budaya dan kesenian warisan leluhur yang dibanjiri ribuan masyarakat ini menjadi simbol pemersatu masyarakat Sumenep. Kegiatan ini juga menjadi simbol kemenangan masyarakat Sumenep pasca Pilkada 2024,” ujar Bupati Achmad Fauzi kepada wartawan, Sabtu, 14/12/2024.

Festival Tongtong 2024 yang menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah tersebut tidak hanya dihibur pertunjukan seni semata namun juga diramaikan dengan parade budaya, bazar kuliner serta berbagai kegiatan menarik lainnya.

Sosok yang disebut sebagai Bapak Pembangunan ini berharap, melalui kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pemerintah daerah ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat serta generasi muda atas budaya khas daerah warisan nenek moyang.

“Seiring dengan perkembangan zaman, sejumlah kesenian tradisional ada yang terkikis dan terlupakan, namun festival musik tongtong harus tetap terjaga dan terus dilestarikan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Bupati menyebut, persoalan menjaga tradisi leluhur tentumemerlukan beragam upaya untuk mengenalkan kembali dan menumbuhkan kecintaan masyarakat serta generasi muda.

“Musik tongtong bukan musik hura hura dan bukan hanya ajang hiburan semata, namun didalamnya ada pesan kebersamaan, harmonisasi dan gotong royong,” tandasnya.

Dengan diadakannya Festival musik tongtong se- Madura, Bupati mengharapkan kegiatannya dapat menjadi representasi kebersamaan antar daerah.

“Ini adalah kesempatan untuk saling membangun harmonisasi dan sinkronisasi persepsi antar daerah dalam rangka membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi,” tandas Bupati Fauzi yang juga familiar dijuluki sebagai Bupati Tongtong ini.

Bacaan Lainnya

Karya Bakti TNI AD 2026 Dimulai Juli, 502 Sasaran Pembangunan Siap Dikerjakan di Madura

MADURA (JURNALIS INDONESIA) – Pulau Madura akan menjadi...

Selamat dan Berkah Ulang Tahun ke-46 Founder BIP: Semoga Terus Menginspirasi dalam Menebar Kebaikan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Ulang tahun ke-46 H....

Penguatan SDM dan Pelayanan Prima, Gebyar 3M RSUD Sumenep Hadapi Akreditasi Berakhir dengan Kompetisi Cerdas Cermat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen dalam meningkatkan kualitas...

BIP Siapkan Khitan Gratis untuk 1.000 Anak, Perkuat Komitmen Sosial di Pamekasan

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen Bani Insan Peduli...

Pelabuhan Rakyat Kalianget Segera Rampung, Dukung Distribusi Barang dan Mobilitas Masyarakat Kepulauan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pembangunan tahap lanjutan Pelabuhan...

Kasus Korupsi BGN Menggelinding ke Daerah, Dugaan Yayasan Instan untuk Menikmati Program MBG di Sumenep Diminta Diaudit

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Keberadaan 36 yayasan yang...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *