SUMENEP (JURNALIS INDONESIA – Ribuan warga dari 13 kecamatan di Kabupaten Sumenep memadati lokasi pembagian kurban yang digelar Bani Insan Peduli (BIP) Foundation pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung penuh haru karena tidak hanya menghadirkan pembagian daging kurban, tetapi juga santunan uang tunai bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah mulai berdatangan ke lokasi kegiatan. Mereka terdiri atas abang becak, buruh harian, kaum dhuafa, janda lanjut usia, anak yatim, hingga warga dari pelosok desa yang berharap dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Suasana emosional terlihat saat proses pembagian bantuan dimulai. Sejumlah warga tampak menahan haru ketika menerima paket daging kurban dan santunan secara langsung. Bahkan beberapa lansia terlihat menggenggam bantuan tersebut sambil meneteskan air mata.
Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, turun langsung memimpin proses pendistribusian bantuan kepada masyarakat. Di tengah kerumunan warga, ia menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan masyarakat kecil yang datang dari berbagai desa.
Kehadiran H. Ali Zainal Abidin di tengah masyarakat membuat suasana semakin hangat dan penuh emosional. Banyak warga mengaku merasa diperhatikan dan dihargai, bukan hanya karena bantuan yang diterima, tetapi juga karena kepedulian yang diberikan secara langsung.
Setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan serupa di Kabupaten Pamekasan, BIP Foundation kembali melanjutkan program kemanusiaannya di Kabupaten Sumenep dengan cakupan yang lebih luas. Selain menjangkau 13 kecamatan di Madura, bantuan kurban juga disalurkan ke sejumlah daerah lain seperti Cirebon, Malang, Lamongan, serta berbagai pondok yatim dan panti asuhan.
Program kurban BIP Foundation tahun ini menjadi perhatian masyarakat karena mayoritas hewan kurban yang disalurkan merupakan sapi berukuran jumbo. Salah satunya sapi dengan bobot sekitar 1,05 ton yang dikurbankan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhumah Ainun Binti Abdullah Bani, almarhum Umar Bin Said Sabibi, dan almarhum Abdul Rahim Bin Abdul Wachdin.
Ali Zainal Abidin mengatakan bahwa kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk kepedulian dan pengabdian kepada sesama.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini terus bersama BIP Foundation. Kami menyadari, tanpa doa dan dukungan masyarakat, gerakan kemanusiaan ini tidak mungkin berjalan sejauh sekarang,” ujarnya.
Ia juga berharap BIP Foundation dapat terus istiqamah menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, BIP Foundation juga menjadi perhatian publik setelah menggelar kegiatan sosial berskala besar di Bakorwil IV Pamekasan pada April 2026. Dalam kegiatan bertajuk “Memetik Berkah melalui Senyum Anak-anak Surga” itu, sekitar 2.000 anak penyandang disabilitas bersama orang tua mereka hadir dalam suasana penuh haru dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi simbol kepedulian sosial terhadap kelompok masyarakat yang selama ini kerap kurang mendapatkan perhatian. BIP Foundation juga menghadirkan fasilitas ramah disabilitas agar seluruh peserta merasa nyaman dan diterima secara setara.
Selain di Pamekasan, BIP Foundation sebelumnya juga aktif menggelar berbagai kegiatan sosial di sejumlah daerah lain. Di Sumenep, ribuan masyarakat dhuafa, pekerja informal, dan penyandang disabilitas pernah mengikuti kegiatan sosial yang digelar pada Maret 2026.
Sementara di Pamekasan, program buka puasa bersama dan belanja kebutuhan Lebaran bersama sekitar 3.000 anak yatim mendapat perhatian luas hingga meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Gerakan sosial BIP Foundation juga menjangkau berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Barat melalui program BIP Tour. Di Malang, ratusan lansia di Yayasan Griya Lansia tampak terharu saat mendapatkan perhatian langsung dari H. Ali Zainal Abidin. Sedangkan di Lamongan, BIP Foundation menyalurkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp1 miliar untuk yayasan, pembangunan masjid, ambulans, hingga bantuan bagi pasien ODGJ.
Tidak hanya bergerak di bidang sosial, BIP Foundation juga membangun sektor pendidikan melalui peresmian Istana Tahfidz Alquran MBS di lingkungan IAI Tihamah Cirebon. Fasilitas tersebut dipersiapkan sebagai tempat pembinaan generasi penghafal Alquran dari kalangan yatim, dhuafa, dan fuqara.
Berbagai kegiatan tersebut semakin memperkuat citra BIP Foundation sebagai gerakan kemanusiaan yang tidak hanya fokus pada bantuan sosial sesaat, tetapi juga membangun kepedulian sosial, pendidikan, inklusivitas, serta perjuangan keadilan bagi masyarakat.
Sejak berdiri pada 2023, BIP Foundation terus memperluas gerakan sosialnya ke berbagai daerah seperti Madura, Malang, Pasuruan, hingga Cirebon. Melalui program sosial, pendidikan, santunan yatim dhuafa, bantuan kemanusiaan, hingga advokasi hukum gratis melalui LBH Bani Insan Peduli, BIP Foundation berupaya menghadirkan harapan dan perlindungan bagi masyarakat kecil.
Kini, nama H. Ali Zainal Abidin semakin dikenal sebagai figur yang aktif membangun gerakan kemanusiaan dengan pendekatan sosial, spiritual, dan perjuangan keadilan bagi masyarakat luas.

Tidak ada Respon