SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget mengambil peran penting dalam pelaksanaan latihan evakuasi medis (Wet Drill) terhadap kru Kapal Pan Marine 14 yang mengalami keadaan darurat di kawasan Blok Maleo, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat di wilayah perairan.
Dalam simulasi yang digelar, seorang kru kapal digambarkan mengalami cedera pada tangan (hand injury) dan gangguan kardiovaskular yang memerlukan penanganan medis segera. Untuk mempercepat proses penyelamatan, korban dievakuasi melalui jalur laut menuju Pelabuhan Kalianget.
Menindaklanjuti skenario tersebut, KSOP Kelas IV Kalianget di bawah kepemimpinan Azwar Anas, S.H., M.Hum., mengerahkan Kapal Negara Patroli Kelas IV dan Kapal Negara Patroli Kelas V guna mengamankan alur pelayaran yang akan dilalui kapal evakuasi.
Langkah pengamanan dilakukan untuk memastikan jalur pelayaran tetap kondusif dan bebas hambatan sehingga proses evakuasi dapat berlangsung aman, cepat, dan sesuai prosedur. Dengan demikian, korban dapat segera memperoleh penanganan medis lanjutan setibanya di pelabuhan.
Selain sebagai latihan penyelamatan, Wet Drill ini juga bertujuan menguji efektivitas prosedur tanggap darurat, memperkuat komunikasi antarlembaga, serta memastikan seluruh unsur pendukung mampu menjalankan tugas secara optimal saat menghadapi kondisi nyata di lapangan.
Berkat sinergi yang terjalin antara berbagai pemangku kepentingan di sektor maritim, rangkaian evakuasi medis dapat dilaksanakan dengan baik sesuai standar operasional yang berlaku.
KSOP Kelas IV Kalianget menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan keselamatan pelayaran dan perlindungan jiwa manusia di laut sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat maritim.
Pelaksanaan latihan ini sekaligus menjadi gambaran pentingnya kolaborasi yang kuat antarinstansi dalam menghadapi kondisi darurat di perairan. Respons yang cepat, koordinasi yang solid, serta kepatuhan terhadap prosedur menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan pelayaran dan melindungi seluruh insan maritim.

Tidak ada Respon