SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Festival Budaya Masalembu 2026 tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya tradisional, tetapi juga menghadirkan ragam kuliner khas laut yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung.
Sebagai wilayah kepulauan yang kaya hasil laut, Masalembu dikenal memiliki beragam olahan seafood dengan cita rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain. Melalui festival ini, masyarakat dan wisatawan diajak menikmati kekayaan kuliner lokal yang diolah langsung oleh warga setempat.
Salah satu agenda menarik dalam festival tersebut adalah lomba menu hidangan laut yang akan menampilkan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil tangkapan laut menjadi sajian lezat dan unik. Berbagai jenis makanan berbahan dasar ikan, cumi, kepiting, hingga hasil laut lainnya diperkirakan akan memanjakan lidah para pengunjung.
Keunikan kuliner Masalembu terletak pada penggunaan bumbu tradisional khas kepulauan yang diwariskan secara turun-temurun. Proses memasak yang masih mempertahankan cara tradisional juga menjadi nilai tersendiri yang membuat cita rasa makanan semakin autentik.
Tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival ini juga menjadi sarana promosi bagi pelaku UMKM kuliner lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.
Berbagai stand makanan akan menyajikan aneka kuliner khas Masalembu yang dapat dinikmati langsung oleh pengunjung selama acara berlangsung.
Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kuliner dan pariwisata, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepulauan kepada wisatawan.
Festival yang akan berlangsung pada 20 hingga 23 Mei 2026 di Lapangan Kecamatan Masalembu itu dipastikan menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam merawat budaya, menggerakkan ekonomi, serta mempromosikan potensi lokal daerah kepulauan.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan Festival Budaya Masalembu bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menjaga identitas masyarakat kepulauan agar semakin dikenal luas.
“Masalembu memiliki kekayaan budaya luar biasa. Daerah ini menjadi titik pertemuan budaya Madura, Mandar, dan Bugis yang hidup harmonis sejak lama. Festival ini menjadi ruang promosi budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong Masalembu sebagai destinasi wisata budaya kepulauan unggulan di Jawa Timur.
“Masalembu memiliki karakter budaya yang unik dan berbeda. Akulturasi tiga suku menjadikan tradisi masyarakat di sana sangat kaya dan menarik untuk dipelajari,” jelasnya.
Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Masalembu sebagai ikon wisata budaya bahari Kabupaten Sumenep.

Tidak ada Respon