SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting untuk memperkuat refleksi diri sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan waktu dalam kalender Islam, tetapi juga sebagai ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat menjadikan Muharram sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, khususnya terhadap anak yatim, kaum dhuafa, lanjut usia (lansia), serta masyarakat kurang mampu yang membutuhkan perhatian bersama.
Menurutnya, nilai-nilai hijrah harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Semangat Muharram tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi pendorong lahirnya kepedulian sosial yang lebih kuat.
“Momentum Muharram jangan hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam. Lebih dari itu, Muharram harus menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ajaknya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu ajaran utama dalam Islam adalah menghadirkan manfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, perhatian terhadap anak yatim, kaum dhuafa, lansia, dan warga yang hidup dalam keterbatasan harus terus ditumbuhkan sebagai bagian dari kesalehan sosial.
Menurutnya, kesalehan seseorang tidak hanya diukur dari ketekunan menjalankan ibadah ritual, tetapi juga dari kemampuannya membantu dan meringankan beban sesama.
“Di sekitar kita masih banyak anak yatim yang membutuhkan perhatian, kaum dhuafa yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, serta para lansia yang menjalani hari-hari dalam keterbatasan. Mereka membutuhkan kepedulian dan uluran tangan kita bersama,” lanjutnya.
Secara khusus, Bupati Fauzi mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadikan bulan Muharram sebagai momentum meningkatkan kepekaan sosial dan memperkuat budaya berbagi kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ASN tidak hanya memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan publik yang optimal, tetapi juga harus menjadi teladan dalam membangun solidaritas sosial dan kepedulian kemanusiaan.
“Saya mengajak seluruh ASN untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Jadilah pelayan masyarakat yang tidak hanya hadir di balik meja pelayanan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat yang memerlukan perhatian dan dukungan,” tegasnya.
Selain kepada ASN, ajakan serupa juga ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, pelaku usaha, hingga generasi muda agar menjadikan Muharram sebagai momentum memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan.
Menurut Bupati, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Kepedulian tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi juga dapat berupa perhatian, doa, motivasi, maupun dukungan moral.
Bupati Fauzi berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi titik awal lahirnya gerakan kepedulian sosial yang semakin luas di Kabupaten Sumenep. Semangat berbagi, saling membantu, dan saling menguatkan diharapkan terus tumbuh sehingga tidak ada warga yang merasa sendirian dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Mari jadikan Muharram sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Jika ASN dan masyarakat bergerak bersama menebarkan kebaikan, insyaallah Sumenep tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga semakin kuat dalam nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial,” pungkasnya.
Peringatan 1 Muharram sejatinya tidak berhenti pada seremoni dan ucapan selamat tahun baru. Semangat hijrah perlu diwujudkan melalui aksi nyata dengan memperkuat kepedulian sosial terhadap anak yatim, kaum dhuafa, lansia, serta masyarakat kurang mampu.
Ajakan Bupati Sumenep tersebut menjadi pengingat bahwa kesalehan tidak hanya tercermin dari hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama. Sebab, sekecil apa pun kebaikan yang diberikan dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Muharram adalah momentum untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih peduli, lebih bermanfaat, dan lebih hadir bagi sesama. Karena pada akhirnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, melainkan juga dari kuatnya nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat.

Tidak ada Respon