SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Festival Budaya Masalembu 2026 menjadi salah satu agenda budaya paling menarik dalam rangkaian Sumenep Calendar of Event 2026. Kegiatan yang akan digelar pada 20–23 Mei 2026 di Lapangan Kecamatan Masalembu ini menghadirkan perpaduan budaya lokal, hiburan rakyat, wisata alam, hingga promosi UMKM masyarakat kepulauan.
Festival tersebut diprediksi menjadi magnet bagi wisatawan maupun masyarakat lokal karena menyuguhkan berbagai atraksi budaya khas Masalembu yang sarat nilai tradisi dan kearifan lokal.
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah penampilan budaya tradisional seperti Rokat Tasek, Sundrang, dan Tabbhuta’an. Ketiga tradisi tersebut merupakan warisan budaya masyarakat pesisir yang selama ini terus dijaga dan dilestarikan oleh warga Masalembu.
Tidak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhkan pameran foto burung endemik Kakak Tua Jambul Kuning yang menjadi ikon khas kepulauan Masalembu. Kehadiran burung langka tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang dimiliki wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Festival Budaya Masalembu juga menghadirkan berbagai perlombaan menarik, mulai dari lomba menu hidangan laut hingga lomba karaoke yang melibatkan partisipasi masyarakat. Selain itu, atraksi seni pelajar turut memeriahkan acara sebagai bentuk ruang kreativitas generasi muda dalam melestarikan budaya daerah.
Di sektor ekonomi, festival ini menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produk unggulan mereka. Berbagai stand pameran akan menampilkan kuliner khas, kerajinan tangan, hasil laut, hingga produk kreatif masyarakat Masalembu.
Pada malam hari, suasana festival akan semakin meriah dengan hiburan rakyat berupa musik tradisional, dangdut, dan berbagai pertunjukan lainnya yang siap menghibur masyarakat selama empat hari penuh.
Festival Budaya Masalembu bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi budaya, wisata, dan ekonomi masyarakat kepulauan kepada khalayak luas. Dengan semangat merawat budaya dan menggerakkan ekonomi masyarakat, festival ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata Masalembu di tingkat regional maupun nasional.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan Festival Budaya Masalembu bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menjaga identitas masyarakat kepulauan agar semakin dikenal luas.
“Masalembu memiliki kekayaan budaya luar biasa. Daerah ini menjadi titik pertemuan budaya Madura, Mandar, dan Bugis yang hidup harmonis sejak lama. Festival ini menjadi ruang promosi budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong Masalembu sebagai destinasi wisata budaya kepulauan unggulan di Jawa Timur.
“Masalembu memiliki karakter budaya yang unik dan berbeda. Akulturasi tiga suku menjadikan tradisi masyarakat di sana sangat kaya dan menarik untuk dipelajari,” katanya.
Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Masalembu sebagai ikon wisata budaya bahari Kabupaten Sumenep.

Tidak ada Respon