Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Oknum Pengawas Disdik Sumenep Diduga Jadi Calo Kenaikan Pangkat, Uang Ditilep Tanpa Hasil

Pada
Surat pernyataan dan pengaduan yang dikantongi Jurnalis Indonesia
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Oknum pengawas SD dibawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga jadi calo kenaikan pangkat dengan meminta uang jutaan rupiah. Parahnya, uang ditilep kenaikan pangkat yang diurusnya tidak membuahkan hasil.

Oknum pengawas ini adalah berinisial Drs. AS yang merupakan pengawas SD di wilayah kepulauan. Korbannya merupakan eks kepala sekolah SD yang juga di wilayah kepulauan berinisial SN.

IMG-20260619-WA0003

Kepada Jurnalis Indonesia, SN mengungkapkan, bahwa pengawas berinisial Drs. AS dalam mengurus kenaikan pangkat dirinya meminta uang sebesar Rp7 juta. Celakanya, kenaikan pangkat dirinya hingga pensiun tidak terbit.

“Kenaikan pangkat saya sampai pensiun tidak terbit,” ungkap SN saat ditemui dilansir Jurnalis Indonesia, Sabtu (15/10/2023).

Pengawas berinisial Drs. AS ketika dikonfirmasi tidak menampik ihwal tersebut. Secara terang-terangan ia mengaku yang dilakukannya itu sebagai tenaga jasa.

Mengejutkan lagi, ia meminta kepada wartawan agar persoalannya itu tidak membawa menyeret dinas. Bahkan meminta, apalagi menjelekkan dinas.

“Awas. Jangan menjelekkan dinas, ini jasa. Tidak ada urusan dengan dinas,” pintanya kendati tidak ditanya keterlibatan dinas.

Karena mengaku persoalan tersebut sudah diketahui oleh dinas. Namun dikatakannya, dinas meminta agar diselesaikan dengan dirinya. Karena bukan urusan dinas.

Pengawas Drs. AS menganggap, persoalan meminta uang dalam mengurus kenaikan pangkat yang dilakukan meski tidak berhasil sama halnya dengan orang membeli barang dan pantang uangnya dapat kembali.

“Adek oreng membeli barang ketika gagal pessena epabeli,” katanya menggunakan bahasa Madura yang terjemahannya “Tidak ada orang membeli barang ketika gagal uangnya dikembalikan”.

Bahkan mengejutkannya lagi, persoalan meminta uang dalam mengurus kenaikan pangkat tidak hanya dialami korban mantan kepala sekolah berinisial SN, tapi diakuinya banyak.

“Ada yang gagal juga, tapi orang sadar,” ungkapnya.

Drs. AS juga mengaku sudah dipanggil oleh BKD, dalam hal ini Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat atas persoalannya namun dikatakannya tidak masalah karena yang dilakukannya sebagai tenaga jasa.

Jurnalis Indonesia menghubungi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra via selulernya belum berhasil, Sabtu (14/10/2023). (ji/ily)

Bacaan Lainnya

Semangat Belajar Berbuah Prestasi, Qania Sybil Nazavarien Kembali Raih Bintang Pelajar

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Perayaan Haflatul Imtihan sekaligus...

UGM Terjunkan Mahasiswa KKN di Pemalang, Usung 150 Program Inovasi Berbasis Potensi Desa

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Universitas Gadjah Mada (UGM)...

Di Bawah Kepemimpinan Rafiudin, SMAN 1 Ambunten Kembali Torehkan Prestasi di O2SN

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – SMA Negeri 1 Ambunten...

Penuh Haru dan Kebanggaan, SDN Barkot 3 Gelar Tasyakuran Kelulusan dan Umumkan Hasil TKA 2026

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Suasana haru dan kebahagiaan...

Kunjungi Sekolah di Dungkek, Kadisdik Sumenep Serap Aspirasi dan Bangun Semangat Insan Pendidikan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen untuk meningkatkan kualitas...

Disdik Sumenep dan DPKS Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Menulis Guru

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya meningkatkan kualitas literasi...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *