PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Petronas Abaikan Ganti Rugi Rumpon, Ketua Kades Pantura Berdiri di Pihak Nelayan

Pada
Petronas Abaikan Ganti Rugi Rumpon, Ketua Kades Pantura Berdiri di Pihak Nelayan
Petronas Abaikan Ganti Rugi Rumpon, Ketua Kades Pantura Berdiri di Pihak Nelayan
A-AA+A++

SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Aktivitas eksplorasi 3D seismik migas oleh Petronas Carigali di kawasan Pantai Utara (Pantura) Madura berdampak langsung pada kerusakan rumpon milik nelayan. Hingga kini, belum ada ganti rugi yang diberikan kepada para nelayan terdampak. Kondisi ini menimbulkan kebingungan dan keresahan karena tidak adanya kejelasan dari pihak perusahaan, Rabu (30/07/2025).

Petronas Carigali menyatakan bahwa kewajiban ganti rugi telah disalurkan melalui PT Elnusa sebagai pelaksana kegiatan seismik. Namun, pernyataan dari Manager Petronas, Erik Yoga, yang menyarankan nelayan mengadu ke Bupati Sampang justru menimbulkan polemik. Sikap ini menuai kecaman karena dianggap sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab yang tidak pantas dilakukan oleh perusahaan sekelas Petronas.

IMG-20260926-WA0006

Ketua Kepala Desa Pantura Sampang, Moch Wijdan, turut angkat bicara. Ia mengaku nyaris setiap hari menerima keluhan dari para tokoh nelayan dari tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Sampang, serta dari Kecamatan Batumarmar dan Pasian di Pamekasan.

“Tolong Petronas segera bayar ganti rugi rumpon nelayan. Jangan lagi mempermainkan rakyat kecil. Saya sering didatangi tokoh-tokoh nelayan yang mengeluh karena sudah hampir satu tahun rumpon mereka rusak dan tak juga diganti,” tegas pria yang akrab disapa Bun Wid, saat ditemui di kediamannya.

Saat ditanya soal dugaan keterlibatan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Bun Wid memilih menanggapi secara diplomatis. Ia tidak yakin bupati terlibat, namun menyoroti adanya kemungkinan permainan oknum di balik lambannya ganti rugi.

“Saya tidak yakin Bupati terlibat, pastinya Bupati Sampang akan membela rakyat. Tapi sangat tidak masuk akal jika Petronas, perusahaan besar asal Malaysia, tidak membayar. Kemungkinan besar, ada oknum yang bermain di belakang ini,” ujar Bun Wid Kades muda yang juga menjabat sebagai Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI).

Lebih lanjut, Bun Wid menegaskan bahwa ia tidak akan tinggal diam. Ia akan menelusuri ke mana sebenarnya aliran dana ganti rugi tersebut bermuara, dan siapa saja yang harus bertanggung jawab.

“Saya berjanji akan menyelidiki ke mana larinya dana ganti rugi itu. Jika memang terbukti digelapkan, maka Petronas wajib membayar kembali. Dan bila mereka tetap menolak, saya tidak akan ragu untuk berdiri bersama rakyat dan mendukung pengusiran Petronas dari Pulau Madura,” pungkasnya dengan nada lantang. (sid)

Bacaan Lainnya

Bupati Sumenep Peduli, Sembilan Nelayan Raas Dibantu Pulang dari Australia

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Berau Expo 2026 Ditengarai Gunakan APBD Fantatis Rp3 Milyar, Pedagang Masih Ditarik Biaya Sewa Lapak Jutaan Rupiah

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Berau Expo 2026 yang...

Pedagang di Berau Diminta Bayar Rp4,5 Juta per Tenda di Expo, Pertanyakan Dasar Hukumnya

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Pedagang di Kabupaten Berau,...

Belum Setahun Diresmikan, Jembatan Sei Bataan Bernilai Rp23,13 Miliar Sudah Retak

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Jembatan Sei Bataan yang...

Peringati HSN 2026, Bupati Sumenep Ajak Santri Perkuat Ilmu dan Pengabdian

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Santri Nasional...

Kabid Pengelolaan Perikanan Tangkap Diskan Sumenep Menghilang dari Kantor Meski Jam Masuk Kerja

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *