PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Lagi dan lagi kurir rokok ilegal menjadi korban peredaran rokok tanpa pita cukai yang ditengarai diproduksi bersarang di Kabupaten Pamekasan yang menjadi wilayah hukum Bea Cukai Madura.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Rabu (26/11/2025) kembali merilis penangkapan rokok ilegal terhadap pengangkut rokok tanpa dilekati pita cukai di Jalan Tol Semarang oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah.
Penangkapan itu disebutkan terhadap sebuah truk bak kayu di ruas jalan tol Semarang pada Minggu, 23 November 2025, sekitar pukul 20.35 WIB hingga 21.30 WIB.
Lagi lagi berdasarkan yang dilihat Jurnalis Indonesia, sejumlah merek rokok ilegal yang berhasil ditangkap itu ditengarai diproduksi bersarang di Kabupaten Pamekasan yang berada di wilayah hukum Bea Cukai Madura.
Di antaranya, rokok ilegal merek DALILL yang ditengarai milik berinisial FR. Pengusaha pemilik pabrik rokok resmi itu bahkan kini ditengarai melebarkan sayap memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal dengan merek YS BOLD dan SANTOS.
Lalu rokok ilegal merek ANGKER yang juga ditengarai diproduksi bersarang di Kabupaten Pamekasan yang dikendalikan berinisial UM. Bahkan UM juga ditengarai memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal merek Newscastle.
Kemudian rokok ilegal merek BONTE yang juga ditengarai diproduksi di Kabupaten Pamekasan yang menjadi wilayah hukum Bea Cukai Madura yang dikendalikan kakak beradik berinisial MM dan SPL alias IPNG di Kecamatan Batumarmar. Bahkan bandar rokok ilegal merek BONTE itu juga ditengarai memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal merek Khanfa.
Selanjutnya, rokok ilegal merek GEBOY yang juga diproduksi bersarang di Kabupaten Pamekasan yang ditengarai dan santer dikabarkan milik FM, seorang pengusaha yang notabene pemilik pabrik rokok resmi yang merasa kebal hukum lantaran disebut memiliki beking petinggi APH.
Celakanya, bandar rokok ilegal merek DALILL, ANGKER, BONTE dan GEBOY yang bersarang di wilayah hukum Bea Cukai Madura hingga kini masih dibiarkan melenggang bebas. Sementara yang hanya jadi sasaran penangkapan selama ini adalah kurir pengangkut rokok ilegal itu. (ily/red)


