PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Wanarejan Utara Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dengan memproduksi Sarung Goyor berkwalitas tinggi sudah di eksport di beberapa negara seperti Arab Saudi,Turki, India dan Afrika.
Produksi Sarung Goyor dikerjakan oleh Industri rumahan masyarakat Wanarejan Utara Kabupaten Pemalang, dan usaha ini sangat membantu perekonomian masyarakat Wanerejan Utara dan sekitar.
Rafi Muhammad Basalamah selaku Pengrajin sekaligus distributor sarung goyor kepada Jurnalis Indonesia menyampaikan, bahwa kerajinan sarung goyor sudah berlangsung dari tahun 2019.
“Dan sampai sekarang terus berkembang sehingga hasil produksi sarung goyor sudah masuk pasar eksport ke berbagai negara dengan kwalitas terbaik,” ujarnya, Sabtu (28/10/2023).
Menurut Rafi Muhammad Basalamah di Acara Festival Sarung Goyor di Desa Wanerejan Utara Pemalang, bahwa sarung goyor ini ada beberapa jenis bahan dengan kwalitas terbaik seperti rayonan pun terbagi beberapa jenis kasaran, takopan dan halusan, dan bahan kedua yaitu meses terdiri dari yang super sampai yang tinggi kwalitasnya dan jenis bahan pun mempengaruhi harga.
“Mengenai harga sarung goyor yang termurah di kisaran Rp. 180.000 (seratus depan puluh ribu rupiah) dan termahal hingga mencapai Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah),” terangnya.
Rafi Muhammad Basalamah optimis sarung goyor ini terus eksis di seluruh Indonesia karena masyarakat Indonesia salah satu pasar terbesar untuk penggunaan sarung.
Sekdes Wanarejan Utara Hasanudin pun mengakui bahwa sarung goyor ini juga selain di pasarkan di daerah daerah seluruh Indonesia sekaligus sudah di eksport di beberapa negara.
Menurutnya, Pemerintah daerah khususnya Pemerintah Desa Wanerejan Utara sebagai pembina UMKM terus berupaya untuk memberikan pelatihan-pelatihan dan pemasarannya.
“Agar sarung goyor yang khas produksi masyarakat menengah kebawah itu terus meningkatkan kwalitas produksi dan kwantitasnya,” pungkasnya. (dar/sus)


