PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Kepala Bea Cukai Madura dan Satpol-PP Sumenep Kompak Ngelawak Soal Pemberantasan Rokok Ilegal, Bandarnya di Pamekasan Dipelihara

Pada
Kepala Bea Cukai Madura dan Satpol-PP Sumenep yang kompak ngelawak soal pemberantasan rokok ilegal
Kepala Bea Cukai Madura dan Satpol-PP Sumenep yang kompak ngelawak soal pemberantasan rokok ilegal
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan dan Kepala Satpol-PP Kabupaten Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, terlihat kompak ngelawak soal pemberantasan rokok ilegal. Rabu (26/11/2025).

Sejumlah pejabat dari Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan jauh-jauh datang ke Kabupaten Sumenep hanya untuk membuat panggung pencitraan bersama Satpol-PP yang dipimpin Wahyu Kurniawan Pribadi. Sementara bandar rokok ilegal yang bersarang di Kabupaten Pamekasan justru dibiarkan hingga kini.

IMG-20260926-WA0006

Bea Cukai Madura dan Satpol PP terlihat gagah di hadapan kamera, seolah menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran rokok ilegal saat membakar rokok ilegal di halaman Kantor Pemkab setempat.

Sejumlah pihak bahkan mempertanyakan, apakah ini benar-benar langkah penegakan hukum atau sekadar panggung pencitraan?. Sementara toko-toko kelontong di Sumenep, bahkan yang berada di pusat kota, masih bebas menjual rokok ilegal berbagai merek dari Pamekasan.

Di toko toko kelontong yang ada di perumahan-perumahan bahkan di seputar lapangan Giling dan toko kelontong di Jalan Raya pun banyak yang menjual rokok ilegal tersusun rapi di etalase, bebas dijual tanpa hambatan.

Warga Sumenep, Sutrisno, mengaku heran melihat fenomena ini para pejabat yang hanya gagah di kamera mencari panggung pencitraan.

“Kalau perlu, Bea Cukai dan Satpol PP Sumenep saya antar setiap hari. Yang dimusnahkan itu rokok ilegal apa cuma bungkusnya?. Kerjanya hanya pencitraan,” sebut Sutrisno, seraya menunjuk toko-toko yang masih menjual rokok ilegal di sekitarnya.

Bahkan Ahmadi, pemerhati rokok ilegal di Madura menilai aksi yang dilakukan oleh Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan dan Satpol-PP Sumenep yang dinahkodai Wahyu Kurniawan Pribadi lelucon yang selalu dipertontonkan didepan kamera.

Ahmadi juga menilai, sejak Kepala Bea Cukai Madura dipimpin oleh Muhammad Syahirul Alim hingga penggantinya Novian Dermawan, kinerjanya soal pemberantasan rokok ilegal nampak hanya pencitraan dan omong kosong. Buktinya, sampai sekarang bandar rokok ilegal yang bersarang di Kabupaten Pamekasan tidak ada satupun yang ditindak apalagi ditangkap.

“Parahnya. Pemusnahan ini lebih banyak di depan kamera daripada di lapangan. Rokok ilegal masih bebas beredar di toko-toko kelontong se-Kabupaten Sumenep. Baik daratan maupun kepulauan. Bandarnya yang bersarang di Kabupaten Pamekasan malah seakan dipelihara hingga kini,” sebutnya. (ily)

Bacaan Lainnya

Polres Pemalang Dalami Dugaan Perundungan yang Berujung Kematian Siswa SD

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Polres Pemalang menggelar konferensi...

Polres Sampang Ungkap Pembunuhan Mertua oleh Menantu Tiri di Tambelangan

SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Kepolisian Resor (Polres) Sampang...

Polresta Sumenep Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pemuda 22 Tahun Ditahan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)...

Alasan Sakit, Istri Anom Mangkir dari Panggilan KPK, FWP: Mungkin Takut Ditahan

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Istri Bupati Pemalang nonaktif...

Polresta Sumenep Bongkar Dugaan Peredaran Pil Y di Gapura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Satuan Samapta Polresta Sumenep...

Demi Keamanan Warga, Anggota DPRD Sumenep Desak Polsek Masalembu Putus Jaringan Narkoba dan Penadah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya menjaga keamanan dan...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *