Skrol untuk membaca pos
Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Sumenep dan Wakilnya Fauzi-Imam, Catat Segudang Capaian Nyata di Berbagai Sektor
Example floating
Example floating
IMG-20251210-WA0009

Kepala Bea Cukai Madura dan Satpol-PP Sumenep Kompak Ngelawak Soal Pemberantasan Rokok Ilegal, Bandarnya di Pamekasan Dipelihara

Pada
Kepala Bea Cukai Madura dan Satpol-PP Sumenep yang kompak ngelawak soal pemberantasan rokok ilegal
Kepala Bea Cukai Madura dan Satpol-PP Sumenep yang kompak ngelawak soal pemberantasan rokok ilegal
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan dan Kepala Satpol-PP Kabupaten Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, terlihat kompak ngelawak soal pemberantasan rokok ilegal. Rabu (26/11/2025).

Sejumlah pejabat dari Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan jauh-jauh datang ke Kabupaten Sumenep hanya untuk membuat panggung pencitraan bersama Satpol-PP yang dipimpin Wahyu Kurniawan Pribadi. Sementara bandar rokok ilegal yang bersarang di Kabupaten Pamekasan justru dibiarkan hingga kini.

IMG-20260410-WA0003

Bea Cukai Madura dan Satpol PP terlihat gagah di hadapan kamera, seolah menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran rokok ilegal saat membakar rokok ilegal di halaman Kantor Pemkab setempat.

Sejumlah pihak bahkan mempertanyakan, apakah ini benar-benar langkah penegakan hukum atau sekadar panggung pencitraan?. Sementara toko-toko kelontong di Sumenep, bahkan yang berada di pusat kota, masih bebas menjual rokok ilegal berbagai merek dari Pamekasan.

Di toko toko kelontong yang ada di perumahan-perumahan bahkan di seputar lapangan Giling dan toko kelontong di Jalan Raya pun banyak yang menjual rokok ilegal tersusun rapi di etalase, bebas dijual tanpa hambatan.

Warga Sumenep, Sutrisno, mengaku heran melihat fenomena ini para pejabat yang hanya gagah di kamera mencari panggung pencitraan.

“Kalau perlu, Bea Cukai dan Satpol PP Sumenep saya antar setiap hari. Yang dimusnahkan itu rokok ilegal apa cuma bungkusnya?. Kerjanya hanya pencitraan,” sebut Sutrisno, seraya menunjuk toko-toko yang masih menjual rokok ilegal di sekitarnya.

Bahkan Ahmadi, pemerhati rokok ilegal di Madura menilai aksi yang dilakukan oleh Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan dan Satpol-PP Sumenep yang dinahkodai Wahyu Kurniawan Pribadi lelucon yang selalu dipertontonkan didepan kamera.

Ahmadi juga menilai, sejak Kepala Bea Cukai Madura dipimpin oleh Muhammad Syahirul Alim hingga penggantinya Novian Dermawan, kinerjanya soal pemberantasan rokok ilegal nampak hanya pencitraan dan omong kosong. Buktinya, sampai sekarang bandar rokok ilegal yang bersarang di Kabupaten Pamekasan tidak ada satupun yang ditindak apalagi ditangkap.

“Parahnya. Pemusnahan ini lebih banyak di depan kamera daripada di lapangan. Rokok ilegal masih bebas beredar di toko-toko kelontong se-Kabupaten Sumenep. Baik daratan maupun kepulauan. Bandarnya yang bersarang di Kabupaten Pamekasan malah seakan dipelihara hingga kini,” sebutnya. (ily)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Pulau Keramaian Darurat Narkoba Mengancam Pelajar, Orang Tua Resah, Kepolisian-Pemerintah Didesak Segera Turun Tangan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi memprihatinkan tengah melanda...

Soal Rokok Ilegal, Polsek Randudongkal Tidak Serius Tangani Aduan Masyarakat

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Peredaran rokok tanpa pita...

Tembok Roboh, Satu Orang Terluka Dilarikan ke Rumah Sakit, Kontraktor Harus Bertanggungjawab

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pengerjaan proyek galian gorong-gorong...

Penjualan Rokok Tanpa Cukai di Pemalang Terungkap, Polisi Diminta Tindak Lanjut

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Peredaran rokok tanpa pita...

Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bluto, Kuasa Hukum Minta Penanganan Profesional

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana malam Ramadan yang...

Pensiunan di Talango Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Penipuan Modal Usaha Rp135 Juta ke Polres Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Seorang pensiunan warga Kecamatan...

IMG-20260410-WA0003
IMG-20260320-WA0006