PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Dugaan Mafia Solar Subsidi Semakin Merajalela di Sumenep, SPBU 54.694.03 Berulah Terang-terangan Isi ke Jerigen dalam Jumlah Banyak

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dugaan mafia solar bersubsidi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin merajalela. Kini SPBU 54.694.03 yang terletak di Jalan Raya Sumenep Pamekasan, kembali berulah terpantau secara terang-terangan mengisi BBM Solar Bersubsidi ke jerigen dalam jumlah banyak, Selasa (16/12/2025).

Padahal pada Februari 2023 SPBU 54.694.03 diketahui mendapatkan sanksi dari pertamina atas praktek penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi yang dilakukan.

Ironisnya hampir setiap hari, SPBU ini terpantau melayani pengisian Solar Bersubsidi dalam jumlah besar menggunakan jerigen-jerigen yang ditutup rapat dengan terpal, seakan menutupi praktik yang tidak wajar dari pandangan publik.

Celakanya, petugas SPBU sendiri justru terlihat membantu mengangkut jerigen-jerigen berisi Solar ke kendaraan para tengkulak. Pemandangan itu seolah menunjukkan bahwa praktek tersebut merupakan kegiatan resmi, bahkan terkesan mendapat “lampu hijau” dari pihak tertentu.

Menurut Iswandi, warga Sumenep yang menyaksikan langsung aktivitas tersebut, praktek itu bukan hal baru.

“Di Sumenep ini banyak mafia BBM. Bahkan tempo hari ada pemain Solar yang ditangkap Polres, tapi entah bagaimana endingnya. Hilang berita,” ujarnya.

Ia menduga, keterlibatan pihak SPBU bukan isapan jempol.

“Hampir semua mafia solar itu terindikasi bekerja sama dengan SPBU-SPBU. Tapi lucunya, aparat seakan tidak tahu-menahu,” sindirnya.

Pantauan wartawan, sebuah pick-up berplat luar provinsi DN 8459 AG tampak mondar-mandir dengan sangat nyaman di area SPBU sambil memuat jerigen-jerigen penuh Solar Bersubsidi.

Tidak ada teguran, tidak ada pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda pengawasan. Kendaraan tersebut seolah mendapatkan karpet merah, padahal aturan BBM bersubsidi sangat ketat dan diawasi negara.

Petugas SPBU bahkan terlihat akrab dengan para tengkulak, membuat dugaan praktik terorganisir semakin menguat.

Ironisnya, di sisi lain nelayan di Dungkek dan Pasongsongan semakin kesulitan mendapat Solar Bersubsidi dengan harga wajar.

“Kami nelayan makin tercekik. Harga solar mahal karena permainan tengkulak. Kami yang jadi korban,” keluh seorang nelayan.

Melihat kondisi yang terus berulang tanpa penindakan tegas, masyarakat mulai hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum di daerah.

Santo, warga setempat, bahkan menyinggung komitmen Presiden dalam memberantas mafia.

“Jika aparat tidak bekerja maksimal, maka Presiden harus benar-benar melakukan transformasi Polri. Masak kejahatan di depan mata tidak bisa dikendalikan?” tegasnya.

Pernyataan ini menggambarkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap minimnya langkah konkret aparat di lapangan.

Ketika wartawan mencoba meminta keterangan dari petugas SPBU, mereka tidak menanggapi dan justru terlihat semakin sibuk melayani pengisian jerigen milik para tengkulak.

Sementara itu, Satgas Gakkum Tipidter Bareskrim Polri, Kompol Wediard Fernandes, S.H, S.IK, M., yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan respon.

Media ini dan tim menjadwalkan upaya lebih lanjut dengan mengirim laporan resmi ke Mabes Polri, melampirkan data para pemain yang diduga terlibat, termasuk dokumentasi lapangan, agar praktik mafia Solar Bersubsidi di Sumenep menjadi atensi khusus aparat pusat.

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600
IMG-20260320-WA0006