SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Ketidakberesan penerima uang Program Indonesia Pintar (PIP) di satuan pendidikan lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep mulai terbongkar. Penerima PIP ganda kini disebut jadi temuan Inspektur Jenderal Kementerian Agama yang merupakan aparat pengawasan internal di Kementerian Agama. Kamis (11/12/2025).
Temuan penerima uang PIP ganda disebutkan membuat sejumlah kepala sekolah (Kepsek) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep ketakutan.
“Ada temuan penerima PIP ganda. Saat ini sejumlah kepala sekolah mulai ketakutan. Karena Irjen bakal turun,” sebut sumber Jurnalis Indonesia.
Temuan penerima PIP ganda di lembaga satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep disebutkan dari tahun 2023 sampai 2024.
Kepala sekolah yang mulai ketakutan disebutkan ada yang sudah mengembalikan uang kepada pengawas yang ada di wilayahnya.
Celakanya, berdasarkan yang didapat Jurnalis Indonesia, uang yang dikembalikan kepada pengawas itu tidak jelas masuk kemana.
“Kabarnya oleh pengawas itu diberikan kepada pejabat di Kemenag Sumenep,” ungkapnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, membenarkan terkait temuan itu. Dan mengaku semua temuan sudah ditindaklanjuti.
“Semua temuan Irjen sudah kita tindaklanjuti bulan kemarin. Kita tinggal menunggu rekomendasi petunjuk selanjutnya,” sebut Abdul Wasid.
Abdul Wasid mengaku temuan penerima PIP ganda sudah diidentifikasi dan sudah ditindaklanjuti ke Irjen.
“Nanti untuk tindaklanjutnya kita masih nunggu petunjuk dari Irjen,” ungkapnya.
Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid juga mengungkapkan, selain temuan PIP, temuan lainnya juga sudah ditindaklanjuti.
Disinggung terkait kepala sekolah yang sudah mengembalikan uang kepada pengawas yang disebutkan diberikan kepada pejabat di Kemenag Sumenep, Abdul Wasid menyebut yang lebih tahu teknisnya Kasi Pendma.
“Terkait itu yang lebih tahu teknisnya Kasi Pendma,” kata Abdul Wasid.
Jurnalis Indonesia kini dalam penelusuran lebih. (ily)


