PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Proyek APBN Tanpa Papan Nama di Sumenep Berlanjut, Warga Terus Protes

Pada
Proyek yang dibangun tanpa papan nama. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pantauan sejumlah warga Sumenep di lokasi proyek rehab sumur bor yang berlokasi di Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Seronggi sedikitnya ada empat proyek yang sedang dikerjakan tanpa papan nama.

Padahal menurut Makhtub Syarif, Pengamat Kebijakan Publik, papan nama adalah wajib untuk dipasang, karena fungsi atau secara felosofisnya agar diketahui oleh khalayak atau warga masyarakat yang fungsinya sebagai pengingat atau sebagai pekerjaan kontrol proyek itu dikerjakan sesuai spek atau agar tidak dikerjakan dikerjakan asal asalan.

IMG-20260926-WA0006

“Saya sebagai warga merasa curiga terhadap pekerjaan tiga proyek yang sumber dananya dari APBN yang ditunjuk oleh Satker yang beralamat Balai Besar Wilayah Sungai Berantas Surabaya. Maaf ya, saya tidak menuduh tapi hanya curiga saja. Jangan jangan menunjuk orang yang tidak profesional atau rekanan yang ditunjuk orang yang bisa diajak “bermain” agar hasilnya bisa di bagi bagi, terus jika tidak demikian tujuannya apa sehingga papan nama tidak dipasang,” katanya dengan nada serius kepada wartawan, Kamis (28/9/23)

Sebab menurutnya, pihaknya sudah seringkali mengikuti pemberitaan di berbagai media, namun belakangan pemberitaan jadi sepi nyaris tidak ada berita lagi. “Lalu ada apa ini jangan jangan media yang semula dengan santer memberitakannya sekarang jadi bungkam seribu bahasa,” tanyanya dengan heran.

Karenanya pihaknya bersama tim telah mengumpulkan data yang valid untuk melaporkan ke pihak penegak hukum agar dugaan penyelewengan pada pekerjaan rehab dan pembangunan sumur bor di telusuri dengan serius.

“Pekerjaan proyek itu menggunakan uang negara, indikasi penyelewengan uang negara sangat kental itu sama artinya dengan tindakan korupsi yang memiskinkan rakyat,” tandasnya.

Kepala Desa Kambingan Timur, Mukmin, yang ditempati pekerjaan proyek rehab bor mengaku tidak pernah melihat ada papan nama di lokasi proyek tersebut.

“Kami beserta warga lainnya tidak pernah melihat ada papan nama sehingga kami dan warga kami bertanya tanya berapa nilai proyek tersebut, padahal kami dan warga ingin mengetahuinya agar kami bisa melakukan koreksi dan kontrol,” terangnya dikonfirmasi.

“Namun kami hanya diberitahu melalui surat bahwa desa kami akan ada rehab proyek,” jelasnya.

Dikonfirmasi, Kepala Pengawas Lapangan Pak Iyan dari berbagai media selalu menghindar bahkan sudah sempat bikin janji namun tidak ditepati. Dan hanya sempat ditemui oleh Kepala Tukang yang mengaku bernama Pak Eno. (*ji/ily)

Bacaan Lainnya

DPRD Sumenep Rampungkan Pembahasan Raperda Dana Cadangan Pilkada 2029

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – DPRD Kabupaten Sumenep menyepakati...

DPRD Sumenep Beri Lima Rekomendasi dalam Pembahasan APBD 2027

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Pecinta Otomotif Berau Kecewa, Kejurprov Balap Motor Seri ke-8 Tak Dapat Izin Penggunaan Jalan Provinsi

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Para pecinta otomotif dan...

Pencabulan Anak Usia 4 Tahun, LBH GP Ansor Tegal: Ini Kejahatan Kemanusiaan Luar Biasa

TEGAL (JURNALIS INDONESIA) – Peristiwa memilukan diduga terjadi...

Kabid Pengelolaan Perikanan Tangkap Diskan Sumenep Menghilang dari Kantor Meski Jam Masuk Kerja

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan...

Proyek Saluran Air Beton Jalan Maluang Senilai Rp27,65 Miliar pada 2026 Tidak Bertahan Lama, Kini Sudah Retak

BERAU (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi saluran air beton...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *