PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum seorang guru SMP terhadap siswanya sering kita dengar. Hal ini seharusnya menjadi perhatian orangtua siswa agar jangan terlalu percaya jika terjadi kedekatan antara siswa dengan guru yg berlainan jenis.
‎
‎Seperti yang terjadi di sebuah sekolah SMP di Kecamatan Balik Pemalang. Seorang siswa kelas 3 SMP 1 Belik Pemalang sebut saja namanya Bunga (15), menceritakan kejadian tidak senonoh terhadap dirinya yang diduga dilakukan oleh seorang guru berinisial EP.
‎
‎Mendengar laporan cerita dari Bunga sambil menangis, tentu saja ibunya sangat murka. Ibu Bunga langsung pergi ke sekolah dan melaporkan tindakan tidak terpuji itu ke polisi.
‎
‎Kepala SMP Negeri 1 Belik Pemalang, Indah Palupi, ketika ditemui di kantornya oleh media menyatakan jika masalah itu sudah ditangani polisi.
‎
‎”Maaf saya tidak bisa memberi keterangan karena masalah itu sudah ditangani polisi,” ujar Indah Palupi.
‎
‎Kronologi Kejadian
‎
‎Diceritakan oleh ibu Bunga bahwa hari itu dia kedatangan guru EP di rumahnya. Adapun maksud kedatanganya adalah untuk menjemput Bunga untuk mengikuti les/privat pelajaran tambahan di sekolah. Dengan alasan supaya tidak ketinggalan mata pelajaran.
Karena sudah seperti keluarga, sudah seperti anak sendiri, maka ibu Bunga pun tidak curiga ketika guru EP membawa Bunga dengan naik motor berboncengan.
Ternyata guru EP membawa Bunga ke rumahnya di Majakerta, bukan ke sekolah. Kebetulan di rumah EP sepi karena istri EP sedang melahirkan di rumah sakit.
Disinilah diduga terjadi perbuatan tidak senonoh yang dilakukan guru EP terhadap siswa Bunga.
‎Karena sampai sore belum juga pulang, ibu Bunga akhirnya menelpon Bunga, dengan mengatakan akan dijemput di sekolah.
‎
‎”Tapi telepon itu langsung direbut oleh EP dan mengatakan, tidak usah dijemput Bu, nanti saya antarkan ke rumah,” ungkap ibu Bunga.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang Ismun Hadiyo ketika dihubungi lewat Kabid Tendik Joko mengatakan belum bisa berkomentar karena sudah ditangani polisi.
Sementara ibu korban kepada Kapolres Pemalang meminta agar kasus ini segera ditangani dan ada penyelesaian hukum. (mam/roto)


