SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sebuah mobil bertuliskan Polsek Lenteng menjadi sorotan setelah diduga mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar sekaligus mendahului antrean kendaraan di SPBU Ganding, Kabupaten Sumenep, dan dilayani, Sabtu (31/10/2026) malam, sekitar pukul 20.50 WIB.
Kejadian tersebut menuai kritik dari masyarakat yang kebetulan lagi mengantri di SPBU Ganding. Moh Asmuni menyayangkan apabila kendaraan yang membawa identitas institusi kepolisian diduga menggunakan BBM bersubsidi dan tidak mengikuti aturan antrean sebagaimana pengguna kendaraan lainnya.
Asmuni menilai, kendaraan yang mencantumkan identitas institusi negara semestinya mampu menunjukkan sikap disiplin dan menjadi teladan bagi masyarakat, termasuk dalam mematuhi ketentuan saat mengisi BBM di SPBU.
“Saya sangat kecewa jika memang ada kendaraan negara yang menggunakan BBM bersubsidi jenis solar. Selain itu, persoalan etikanya juga perlu dipertanyakan. Mengapa bisa langsung mendahului kendaraan lain yang sudah mengantre?” ujarnya.
Menurut Asmuni, antrean panjang di SPBU merupakan kondisi yang harus dihormati seluruh pengguna kendaraan. Tidak seharusnya ada pihak yang merasa memiliki keistimewaan untuk mendapatkan pelayanan lebih dahulu tanpa alasan dan prosedur yang jelas.
“Apakah masyarakat yang sudah lama mengantre dianggap tidak ada? Semua pengguna kendaraan seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama dan mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga meminta agar pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka apabila kendaraan tersebut benar merupakan kendaraan dinas kepolisian. Terlebih, dugaan penggunaan solar bersubsidi dan tindakan mendahului antrean telah memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Asmuni berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan tanpa kejelasan. Menurutnya, transparansi dan keteladanan aparat sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polsek Lenteng maupun pengelola SPBU Ganding mengenai identitas kendaraan, dugaan pengisian solar bersubsidi, serta peristiwa penerobosan antrean tersebut.
Jurnalis Indonesia masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan berimbang atas kejadian tersebut. (red)

Tidak ada Respon