PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Ritual sedekah bumi atau baritan adalah tradisi yang sudah turun temurun dilaksanakan di Dukulumpang Desa Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Masyarakat sangat mengenal dengan istilah “Baritan” untuk selamatan sebagai bentuk tasyakuran, bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi selama setahun.
Di mana Tuhan telah memberikan kemakmuran dan keberkahan lewat bercocok tanam dengan berbagai tanaman.
![]()
Tradisi ini berlangsung setahun sekali dengan dimeriahkan wayang santri atau wayang golek untuk meruwat yang biasanya di lakukan oleh ki dalang dengan kidung yang berisi doa sambil memainkan wayangnya, agar terhindar dari mala petaka, bala bencana, dan di desa tersebut akan mendapatkan rejeki dan hasil panen yang diharapkan para petani.
Maka masyarakat Dukulumpang Desa Bantarbolang secara mandiri iuran untuk terlaksananya acara sedekah bumi atau baritan, yang berlangsung Senin, 7-7-2025, di lapangan Wanakarya di Dukuh lumpang Bantarbolang.
Acara ini secara tradisi melakukan karnaval keliling yang diikuti oleh 11 RT, dalam satu RW, dengan membawa hasil tanaman, buah, padi ,sayur mayur, yang di kemas dan diarak keliling kampung di sekitar Dukuh Lumpang, yang diikuti 11 RT.
Wayang Santri, sebagai tradisi baritan, dimulai dari pukul 10 pagi sampai pukul 16: 30 Wib, dan akan dilanjutkan lagi pada malam hari pukul, 21:30 Wib sampai selesai yang dimeriahkan oleh ki dalang KI Haryo Susilo, S.Psi.
Sedekah bumi atau ruwatan menyambut tahun baru Islam 1447, Dukuh Lumpang Desa Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Malam hari di meriahkan oleh KI Haryo Entus Susmono, anak dari almarhum Bupati Kabupaten Tegal. (roto)