Petik Laut LPMN Sumber Samudra Jadi Simbol Syukur dan Kepedulian Terhadap Kelestarian Laut di Pulau Masalembu

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Tradisi Petik Laut atau Rokat Tasek kembali digelar oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (LPMN) Sumber Samudra, Kampung Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tahunan tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas limpahan hasil laut sekaligus upaya melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sejak pagi, masyarakat dan para nelayan berkumpul mengikuti rangkaian acara di bawah suasana pesisir yang teduh. Tradisi ini bukan sekadar seremoni adat, melainkan menjadi momentum mempererat kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai gotong royong di kalangan nelayan.

Bagi masyarakat Kampung Baru, laut memiliki makna yang sangat mendalam. Laut dipandang bukan hanya sebagai sumber mata pencaharian, tetapi juga sebagai sumber kehidupan yang harus dihormati dan dijaga kelestariannya. Dari laut, para nelayan menggantungkan harapan untuk menghidupi keluarga sekaligus mewariskan kehidupan yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

Ketua LPMN Sumber Samudra, Asbaul Jamal, mengatakan bahwa Petik Laut merupakan tradisi yang sarat makna. Selain menjadi ungkapan syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan melalui hasil laut, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota kelompok nelayan dan masyarakat.

“Melalui Petik Laut, kami ingin menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian laut demi keberlangsungan kehidupan nelayan di masa mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelarungan mala-mala atau bitek yang berisi lawasoji bukan sekadar ritual adat. Prosesi tersebut mengandung filosofi mendalam tentang hubungan harmonis antara manusia dengan alam, sekaligus menjadi simbol kerendahan hati dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Sang Pencipta.

Asbaul Jamal berharap tradisi Petik Laut atau Rokat Tasek dapat terus dipertahankan oleh generasi mendatang sebagai identitas budaya masyarakat pesisir sekaligus media untuk menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan laut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan istigasah bersama, dilanjutkan pawai laut dan prosesi pelarungan mala-mala ke tengah laut, kemudian ditutup dengan pengajian. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan lancar dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut.

Bacaan Lainnya

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *