Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Kuasa Hukum TKD Nilai Kades Paberasan Provokasi Warganya Hentikan Penggarapan Tanah Tukar Guling

Pada
Kades Paberasan saat bersama perangkat dan warganya menghentikan tanah yang sedang digarap yang terletak di Desa Paberasan, kemarin Senin (4/12/2023). (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kuasa Hukum penggarapan tanah kas desa (TKD) hasil tukar guling dengan perumahan Bumi Sumekar Asri (BSA) milik Desa Kolor dan Desa Cabbiya nilai Kepala Desa (Kades) Paberasan provokasi warganya lantaran menghentikan paksa tanah yang sedang digarap yang terletak di Desa Paberasan, kemarin Senin (4/12/2023).

Menurut Herman Wahyudi, S.H, Kuasa Hukum Desa Kolor dan Desa Cabbiya, sekitar jam 09:30 WIB penggarapan lahan tukar guling dihentikan paksa oleh Kades Paberasan yang membawa Perangkat Desanya serta masyarakatnya kurang lebih 15 orang.

IMG-20260617-WA0002

Herman menyesalkan tindakan yang dilakukan Kades Paberasan, Rahman Saleh, yang bukannya mengedukasi, malah terkesan memprovokasi masyarakatnya.

“Malah Kepala Desa Paberasan membiarkan masyarakat melakukan pengrusakan di lahan milik Desa Cabbiya yang sudah ditanami jagung,” sebut Herman.

Herman mengatakan, alasan yang disampaikan Kades Paberasan ketika menghentikan proses penggarapan, bahwa dia memiliki data Leter C bersama pemilik lahan, tidak memberikan edukasi.

“Jadi seolah-olah menggiring opini, kalau bukti kepemilikan lahan itu cukup hanya dengan Leter C. Ini sangat disayangkan, apa lagi dilakukan oleh seorang Kades,” lanjut Herman.

Sementara terlihat dalam rekaman video, Kades Paberasan, Rahman Saleh, memegang sebuah tas jinjing yang dikatakan adalah data milik desanya.

“Saya Kades Paberasan, membawa data Leter C bersama pemilik lahan. Jadi tolong yang mengaku memegang surat kuasa, bawa juga Sertifikatnya kesini,” ujar Rahman Saleh.

Sedangkan ketika dikonfirmasi mengenai apa yang menjadi alasan dirinya bersama Perangkat Desa dan masyarakatnya menghentikan penggarapan, justru balik bertanya. “Iya kenapa?” katanya terdengar arogan.

“Anda ke Balai saja, saya tunggu. Biar saya tunjukkan dan bisa lihat langsung seperti apa sebenarnya,” ujar Kades Paberasan, Rahman Saleh. (ily/red)

Bacaan Lainnya

Tingkatkan Kepercayaan Investor, DPMPTSP Sumenep Gencarkan Pendampingan LKPM

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI dengan Aksi Bersih Lingkungan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Brigjen TNI Kohir Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Harapkan Pemerataan Pembangunan di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Desa Ambunten, Kecamatan...

Nenek Juha, Warga Desa Nyabakan Timur, Berterima Kasih kepada Bupati Fauzi, Rumahnya Berhasil Direnovasi Baznas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nenek Juha, warga Desa...

Pemkab Sumenep dan TNI Pererat Kerja Sama, Fokus Jaga Kondusivitas dan Percepat Pembangunan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Bupati Sumenep Apresiasi Sinergi Polri dalam Mendukung Pembangunan Daerah di HUT Bhayangkara ke-80

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *