PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Akibat Hujan Deras Jalan Kabupaten di Sokobanah Sampang Rusak Parah, Warga Tagih Janji Pemerintah

Pada
A-AA+A++

SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, dalam beberapa hari terakhir memperparah kondisi infrastruktur jalan di jalur Batulenger–Karangpenang. Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan sejumlah desa strategis tersebut kini berubah menjadi kubangan, memicu keluhan masyarakat.

Pantauan di lokasi kondisi jalan tampak memprihatinkan. Lubang menganga di sejumlah titik, dipenuhi air bercampur krikil dan tanah. Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa melambatkan laju karena berbahaya.

IMG-20260926-WA0006

Kerusakan ini bukan terjadi tiba-tiba. Warga setempat menuturkan bahwa jalan tersebut sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan signifikan. Ditambah lagi, jalur ini tidak dilengkapi saluran drainase yang memadai. Akibatnya, setiap kali hujan turun, air tidak mengalir ke sisi jalan, melainkan menggenangi badan jalan hingga mempercepat pelapukan aspal.

“Sudah puluhan tahun jalan ini rusak. Kalau hujan, air langsung masuk ke tengah jalan karena tidak ada selokan. Lama-lama jalan makin hancur,” keluh Abdurrohman, warga Desa Bira Tengah.

Jalur Batulenger–Karangpenang merupakan akses vital yang digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi hasil pertanian. Namun dengan kondisi jalan yang rusak parah, aktivitas warga menjadi terganggu.

Kekecewaan masyarakat pun memuncak. Mereka mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam menangani persoalan infrastruktur Jalan Kabupaten Rute Batulenger -Karangpenang. Beberapa warga bahkan menyebut bahwa jalan tersebut hanya ditambal Sebagian dengan Swadaya , jadi tidak kuat saat musim politik menjelang, tanpa solusi jangka panjang.

“Kami ini seperti dianaktirikan. Waktu kampanye, banyak yang janji jalan ini mau diaspal, mau dibangun. Tapi kenyataannya nol besar,” kata Sita halimah, ibu rumah tangga yang sehari-hari melewati jalur itu.

Kritik juga datang dari kalangan pemuda desa. Mereka menuding adanya ketimpangan perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur antar wilayah di Kabupaten Sampang. Jalan-jalan utama kota terlihat mulus, sementara jalan kabupaten di pedesaan dibiarkan rusak bertahun-tahun tanpa ada perbaikan menyeluruh.

“Kami hanya minta keadilan. Masa harus tunggu korban jatuh atau kendaraan masuk lubang baru diperbaiki?” ujar Rois, tokoh pemuda setempat.

Menanggapi kondisi tersebut, warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang segera turun tangan. Selain memperbaiki jalan, pembangunan saluran air dinilai mendesak agar kerusakan tidak kembali terulang saat musim penghujan tiba. (sid)

Bacaan Lainnya

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia dan Berteknologi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nilai persatuan dan semangat...

Bupati Sumenep Cak Fauzi Dukung Rangkaian Hari Santri 2026, Dorong Semangat Santri Terus Diwariskan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rangkaian peringatan Hari Santri...

Camat Pragaan Ajak Jadikan Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai Momentum Memperkuat Persatuan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila...

Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, Bupati Sumenep Cak Fauzi Resmikan Turnamen Mini Soccer U-13

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

PPID Sumenep Gandeng SLB Negeri Saronggi untuk Perkuat Akses Informasi Disabilitas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Komunikasi dan Informatika...

Diskominfo Sumenep Siapkan Literasi Digital untuk Dukung Sekolah Aman dan Nyaman

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Komunikasi dan Informatika...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *