Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Bangun Sambung Roso, Kades Rejowinangun Hidupkan Kembali Semangat Guyub dan Evaluasi Bersama Warga

Pada
A-AA+A++

BLITAR (JURNALIS INDONESIA) – Di tengah kuatnya tuntutan pelayanan publik, Pemerintah Desa Desa Rejowinangun memilih menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan Sambung Roso. Program ini menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga hingga tingkat RT serta lingkungan.

Kepala Desa Bhagas Wigasto mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari keinginan untuk mengembalikan nilai kebersamaan yang mulai memudar di tengah fokus pelayanan pemerintahan.

IMG-20260617-WA0002

Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya melalui pelayanan administrasi, tetapi juga perlu diperkuat dengan hubungan sosial yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah menyamakan persepsi berpikir antara pemerintah desa dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kalau dalam filosofi Jawa, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” ujarnya.

Bagas menilai, saat ini banyak pemerintah desa lebih terpusat pada pelayanan kepada masyarakat, sementara ruang untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi dua arah perlahan mulai terlupakan. Karena itu, kegiatan Sambung Roso dihadirkan sebagai wadah untuk kembali membangun rasa memiliki dan kebersamaan.

Mengusung nilai kearifan lokal Jawa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mulat saliro lan hangrasa wani,sebuah proses introspeksi diri dan keberanian melakukan evaluasi bersama.
Dalam forum tersebut, pemerintah desa dan masyarakat sama-sama diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, melakukan evaluasi, serta mencari titik keseimbangan demi menciptakan kehidupan sosial yang lebih tertata.

“Pemerintah evaluasi, masyarakat juga evaluasi. Dari situ diharapkan tercipta keseimbangan sehingga sambung rosone masyarakat dengan pemerintah desa tetap terjaga,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Rejowinangun berharap budaya guyub, gotong royong, dan rasa saling memiliki dapat terus tumbuh sehingga pembangunan desa tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga terasa dalam kuatnya hubungan sosial antarwarga dan pemerintah desa. (via)

Bacaan Lainnya

Reses III Ahmad Juhairi di Masalembu: Aspirasi Warga Didominasi Infrastruktur, Listrik hingga Pemberantasan Narkoba

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pelaksanaan Reses III Anggota...

Tingkatkan Kepercayaan Investor, DPMPTSP Sumenep Gencarkan Pendampingan LKPM

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI dengan Aksi Bersih Lingkungan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Brigjen TNI Kohir Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Harapkan Pemerataan Pembangunan di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Desa Ambunten, Kecamatan...

Nenek Juha, Warga Desa Nyabakan Timur, Berterima Kasih kepada Bupati Fauzi, Rumahnya Berhasil Direnovasi Baznas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nenek Juha, warga Desa...

Pemkab Sumenep dan TNI Pererat Kerja Sama, Fokus Jaga Kondusivitas dan Percepat Pembangunan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *