Bangun Sambung Roso, Kades Rejowinangun Hidupkan Kembali Semangat Guyub dan Evaluasi Bersama Warga

Pada
A-AA+A++

BLITAR (JURNALIS INDONESIA) – Di tengah kuatnya tuntutan pelayanan publik, Pemerintah Desa Desa Rejowinangun memilih menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan Sambung Roso. Program ini menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga hingga tingkat RT serta lingkungan.

Kepala Desa Bhagas Wigasto mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari keinginan untuk mengembalikan nilai kebersamaan yang mulai memudar di tengah fokus pelayanan pemerintahan.

Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya melalui pelayanan administrasi, tetapi juga perlu diperkuat dengan hubungan sosial yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah menyamakan persepsi berpikir antara pemerintah desa dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kalau dalam filosofi Jawa, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” ujarnya.

Bagas menilai, saat ini banyak pemerintah desa lebih terpusat pada pelayanan kepada masyarakat, sementara ruang untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi dua arah perlahan mulai terlupakan. Karena itu, kegiatan Sambung Roso dihadirkan sebagai wadah untuk kembali membangun rasa memiliki dan kebersamaan.

Mengusung nilai kearifan lokal Jawa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mulat saliro lan hangrasa wani,sebuah proses introspeksi diri dan keberanian melakukan evaluasi bersama.
Dalam forum tersebut, pemerintah desa dan masyarakat sama-sama diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, melakukan evaluasi, serta mencari titik keseimbangan demi menciptakan kehidupan sosial yang lebih tertata.

“Pemerintah evaluasi, masyarakat juga evaluasi. Dari situ diharapkan tercipta keseimbangan sehingga sambung rosone masyarakat dengan pemerintah desa tetap terjaga,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Rejowinangun berharap budaya guyub, gotong royong, dan rasa saling memiliki dapat terus tumbuh sehingga pembangunan desa tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga terasa dalam kuatnya hubungan sosial antarwarga dan pemerintah desa. (via)

Bacaan Lainnya

Keandalan Listrik Jadi Prioritas, PLN UP3 Madura Luncurkan GEMPUR MADURA–GESIT POLL

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – PT PLN (Persero) Unit...

Kecamatan Batuputih Intensifkan Pengawasan Dana Desa Tahap II Tahun 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kecamatan Batuputih terus...

Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, Anwar Sadad Absen dari Pemeriksaan KPK

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Anggota DPR RI, Anwar...

Diskominfo Sumenep Perkenalkan Berbagai Inovasi kepada Diskominfo Sampang

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Dinas Komunikasi dan...

Turun Langsung ke Sumenep, Menhub Apresiasi Respons Cepat Pemkab yang Dipimpin Bupati Fauzi dalam Penanganan Korban KM Mutiara Sentosa II

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya penanganan pascakebakaran KM...

Gaungkan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”, Bupati Sumenep Cak Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT RI

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *