PASANG IKLANMU DISINI

Berkat Inovasi DKPP, Sumenep Kembali Raih Dua Penghargaan dalam Sektor Pertanian

Pada
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid (tengah) yang familiar disapa Kadis Inung bersama dua Ketua Poktan saat menerima penghargaan
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid (tengah) yang familiar disapa Kadis Inung bersama dua Ketua Poktan saat menerima penghargaan
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Berkat inovasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) yang dipimpin Chainur Rasyid, Kabupaten Sumenep kembali meraih dua pemghargaan dalam sektor pertanian. Menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu daerah dengan inovasi pertanian paling progresif di Jawa Timur.

Terbaru, dua kelompok tani (Poktan) asal Sumenep berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 pada ajang Penerapan Inovasi Teknis Pengembangan Varietas Tembakau dalam kegiatan Gema Inovasi Pengembangan Tembakau Provinsi Jawa Timur.

Pertama datang dari Poktan Al Muawwanah Dusun Gang Asem, Desa Guluk-Guluk, kelompok tani ini sukses merebut posisi puncak melalui inovasi penggunaan Trichoderma pada bokashi.

Metode ini mampu menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara efisien ditambah penggunaan larutan gula merah yang dikocor pada tanaman untuk memperkuat pertumbuhan. Inovasi ini dinilai memberikan dampak signifikan pada peningkatan produksi sekaligus mutu tembakau.

Kedua, Poktan Al Ikhlas asal Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, meraih penghargaan berkat inovasi pemanfaatan asam amino dari tanaman kelor. Aplikasi nutrisi alami tersebut terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan, kualitas daun, dan potensi hasil tembakau lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid, mengungkapkan, melalui inovasi yang berhasil diraih para Poktan ini diharapakan dapat membantu meningkatkan produktivitas hasil pertanian terutama untuk masa depan tembakau petani Sumenep.

Kepala DKPP Sumenep yang familiar disapa Kadis Inung memberikan apresiasi atas capaian dua kelompok tani tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa petani Sumenep mampu melahirkan terobosan yang relevan dengan tantangan zaman.

“Inovasi ini membuktikan bahwa petani kita tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cerdas. Penggunaan Trichoderma, bokashi, hingga ekstrak kelor adalah langkah maju untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dan meningkatkan kualitas tembakau lokal,” tutur Kadis Inung. Rabu (03/12/2025).

Kadis Inung menuturkan, bahwa inovasi yang lahir dari petani merupakan aset berharga bagi keberlanjutan sektor tembakau di Sumenep.

“Dan DKPP Sumenep bakal terus mendukung para petani dalam melakukan terobosan dan inovasi,” jelas Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid.

IMG-20260526-WA0051

Bacaan Lainnya

Pemkab Sumenep Melalui Bagian Kesra Sukses Sambut Idul Adha 2026 dengan Pawai Pelajar hingga Gema Takbir

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Kepala Bappeda Sumenep Jadikan Semangat Idul Adha Inspirasi Pembangunan dan Kebersamaan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dalam rangka memperingati Hari...

NasDem Jatim Tebar 155 Hewan Kurban, Sapi Disalurkan ke PWNU, Muhammadiyah hingga Ponpes Bumi Sholawat

SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – DPW Partai NasDem Jawa...

Bagian Kesra Setdakab Sumenep Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dalam rangka menyambut Hari...

LKPD 2025 Kembali WTP, Pemkab Sumenep Pertahankan Prestasi Sembilan Tahun Berturut-turut

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Pemkab Sumenep Pelajari Kebijakan Penundaan Adminduk untuk Lindungi Hak Anak dan Mantan Istri

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *