Di Tengah Proses Seleksi Sekda Sumenep 2026, Empat Sosok Ini Mulai Diperbincangkan

Pada
Di Tengah Proses Seleksi Sekda Sumenep 2026, Empat Sosok Ini Mulai Diperbincangkan
Di Tengah Proses Seleksi Sekda Sumenep 2026, Empat Sosok Ini Mulai Diperbincangkan
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA), 20 Januari 2026- Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep kian menghangat. Di tengah proses seleksi terbuka yang berjalan sesuai koridor hukum dan pengawasan negara, empat sosok pejabat mulai mencuat sebagai kuda hitam yang dinilai memiliki kapasitas kuat untuk menduduki jabatan strategis tertinggi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah di Kota Keris.

Keempat figur tersebut adalah Chairul Rasyid yang kini menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Abd. Rahman Riadi Kepala Dinas Sosial Sumenep, Moh. Ramli Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Sumenep, serta Moh. Iksan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep.

Pengamat Kebijakan Publik, F. Hasan, menilai keempat pejabat tersebut tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki rekam jejak kepemimpinan lintas sektor yang relevan untuk mengemban amanah sebagai Sekda Kabupaten Sumenep.

“Jabatan Sekda bukan soal popularitas, tetapi soal kapasitas manajerial, kematangan birokrasi, serta kemampuan mengorkestrasi organisasi pemerintahan yang kompleks. Empat nama ini punya modal itu,” ujar F. Hasan.

Ia menjelaskan, Chairul Rasyid dikenal sebagai birokrat teknokrat yang matang. Sebelum menjabat Kepala DKPP Sumenep, Chairul Rasyid pernah memimpin Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep. Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya yang utuh antara sektor ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan, dua pilar strategis pembangunan daerah.

“Konsistensi Chainur Rasyid dalam tata kelola birokrasi dan kebijakan sektoral menjadi kekuatan tersendiri. Ia terbiasa bekerja dengan data, perencanaan, dan disiplin organisasi,” jelas Hasan.

Sementara itu, Moh. Ramli disebut sebagai figur birokrat visioner dan progresif. Sebelum memimpin Diskop UKM dan Perindag Sumenep, Ramli sukses menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Di pos tersebut, ia dikenal mampu menggerakkan desa sebagai subjek pembangunan serta mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif.

“Pengalaman Ramli di DPMD membuatnya memahami birokrasi dari akar paling bawah. Itu penting bagi seorang Sekda yang harus memastikan kebijakan berjalan sampai tingkat desa,” kata Hasan.

Nama Abd. Rahman Riadi juga dinilai memiliki lintasan karier yang kuat. Sebelum dipercaya memimpin Dinas Sosial Sumenep, Rahman pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Di posisi tersebut, ia dikenal berhasil mempercepat pelayanan perizinan dan memperbaiki iklim investasi daerah.

“Rahman memiliki kombinasi pengalaman ekonomi dan sosial. Itu membuat perspektif kebijakannya seimbang, antara pertumbuhan dan keadilan sosial,” ujar Hasan.

Adapun Moh. Iksan, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, disebut sebagai birokrat dengan kemampuan manajerial sumber daya manusia yang kuat. Sebelum menjabat di Disdik, Moh. Iksan sukses memimpin Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, sebuah OPD dengan spektrum kerja luas dan dinamis.

“Mengelola pendidikan membutuhkan kecakapan koordinasi yang tinggi. Pengalaman Iksan di Disbudporapar menunjukkan kemampuannya memimpin sektor strategis yang sarat kepentingan publik,” tambah Hasan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi terbuka Sekda berjalan sesuai peraturan perundang-undangan dan berada di bawah pengawasan penuh Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Kepala BKPSDM Sumenep, Ir. Benny Irawan, memastikan proses seleksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional.

“Seleksi ini bukan ajang tarik-menarik kepentingan, melainkan mekanisme konstitusional untuk memilih birokrat terbaik bagi daerah,” tegas Benny.

Bagi publik, seleksi Sekda Sumenep menjadi momentum penting untuk menilai keseriusan pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Jabatan Sekda bukan sekadar posisi struktural, melainkan pusat kendali administrasi pemerintahan, penghubung kepala daerah dengan perangkat daerah, serta penentu ritme pelayanan publik.
Empat kuda hitam kini berada di lintasan yang sama.

Siapa yang akhirnya terpilih, waktu dan proses yang sah akan menjawabnya. Namun satu hal yang pasti, kualitas birokrasi Sumenep ke depan akan sangat ditentukan oleh sosok yang lolos dari seleksi ini bukan oleh hiruk-pikuk, melainkan oleh kapasitas dan rekam jejak nyata.

Bacaan Lainnya

Bupati Sumenep Cak Fauzi Lakukan Penyegaran Birokrasi, Pejabat Baru Diminta Tingkatkan Kinerja

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep Achmad Fauzi...

Baznas Sumenep Hadir di Kepulauan, Dua Warga Pagerungan Kecil Terima Bantuan RTLH

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui...

Sinergi Pemdes dan BAZNAS Sumenep Diperkuat untuk Wujudkan Hunian Layak bagi Masyarakat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Desa Padangdangan, Kecamatan...

Bupati Sumenep Cak Fauzi Lantik 25 Pejabat Administrator, Dorong Penguatan Birokrasi dan Pelayanan Publik

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pembaruan susunan pejabat administrator...

Reses III Ahmad Juhairi di Masalembu: Aspirasi Warga Didominasi Infrastruktur, Listrik hingga Pemberantasan Narkoba

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pelaksanaan Reses III Anggota...

Tingkatkan Kepercayaan Investor, DPMPTSP Sumenep Gencarkan Pendampingan LKPM

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *