PEMALANGÂ (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang kembali akan melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kecamatan Randudongkal Pemalang.
Anggaran dari proyek tersebut telah disediakan oleh APBD Pemalang tahun 2025 sebesar 25,2 Milyar.
Proses lelang terbuka telah dilaksanakan , pemenang lelang telah ditetapkan, dan masa sanggah pun telah dilewati.
Pengumuman pemenang lelang sudah diumumkan sejak 3 bulan yang lalu. Dimenangkan oleh PT Reka Esti Utama Semarang , dengan nilai penawaran Rp.25.181.122.443,16.
Yang menjadi pertanyaan, kenapa Kepala Dinkes/PPK Dinkes Pemalang belum menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK)?
Kepala Dinkes Pemalang dr. Yulis Nurraya ketika ditemui lewat Kabid Pengadaan Sarana Kesehatan Slamet Budiono menjelaskan bahwa atas petunjuk dari Bupati Anom Widiantoro, proyek tersebut untuk sementara ditunda.
“Atas petunjuk dari Bupati, proyek tersebut untuk sementara ditunda karena ada refocusing dan efisiensi anggaran,” ujar Slamet Budiono Menirukan ucapan Yulis Nurraya.
Sehubungan dengan itu, menurut Slamet Budiono nanti akan diadakan rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak terkait, seperti Dinkes, kontraktor pemenang lelang, inspektorat, konsultan sipil, bagian hukum, kejaksaan dan kepolisian.
“Rakor itu dimaksudkan supaya tidak menimbulkan persoalan hukum,” ujar Slamet Budiono.
Untuk diketahui, pembangunan RSUD Randudongkal tahap ke 2 ini meliputi ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), bangsal, laundry, gizi, IPAL dan penataan halaman depan.
Direncanakan RSUD Type D Randudongkal ini akan mulai beroperasi Juni/Juli 2026. (mam/ely).


