SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dipimpin drg. Ellya Fardasah, didapati menganggarkan paket belanja barang untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat hampir setengah milyar untuk Susu Balita tahun 2026.
Pengadaan Susu Balita untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep dengan spesifikasi Susu Formula yang diklaim untuk membantu anak-anak yang mengalami masalah gizi atau berisiko stunting dengan fokus pada peningkatan gizi dan dukungan pertumbuhan anak.
Celakanya, hingga hari ini Selasa (7/7/2026), pengadaan Susu Balita hampir mencapai setengah milyar yang bersumber dari APBD itu penerimanya tidak jelas alias misterius.
Padahal, pemanfaatan Susu Balita setengah Miliar itu disebutkan mulai dimanfaatkan dari Januari 2026 hingga akhir Desember 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, hanya mengaku kalau pengadaan Susu Balita yang menghabiskan uang APBD hampir setengah milyar itu sudah direalisasikan.
“Sudah dilaksanakan sesuai anggaran kas,” sebutnya.
Namun janggalnya, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, enggan mengungkapkan data penerima Susu Balita yang hampir mencapai setengah milyar itu.
“Mohon maaf terkait data penerima tidak bisa kami berikan,” ucapnya.
Jurnalis Indonesia kini dalam penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap sederet pengadaan kejanggalan lain. (ily)

Tidak ada Respon