Menu

Mode Gelap
Aksi Kemanusiaan PMI Sumenep, Puluhan Tukang Becak dan Pemulung Terima Bantuan Kepedulian Ramadan, Swiss-Belinn Manyar Berbagi dengan Anak-anak Sahabat Gempita Swara Semesta Jelang Hari Raya Idulfitri, Senyum Anak Yatim Warnai Program Belanja Baju Lebaran Baznas Sumenep Wujud Nyata Bismillah Melayani Bupati Fauzi untuk Kepulauan, Siapkan PLTS Berkapasitas 2 MW di Pagerungan Kecil dan Gili Labak Bulog Bersama BPP Pragaan Serap Hasil Panen Petani untuk Perkuat Ketahanan Pangan

POLITIK · 7 Feb 2026 09:03 WIB

DPRD Sumenep Dorong Pembentukan Satgas Pengawas Program MBG


 DPRD Sumenep Dorong Pembentukan Satgas Pengawas Program MBG Perbesar

DPRD Sumenep Dorong Pembentukan Satgas Pengawas Program MBG

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Munculnya berbagai pemberitaan mengenai dugaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep menjadi perhatian masyarakat luas.

Isu tersebut ramai dibahas di media massa maupun media sosial, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat, khususnya anak-anak.

Menanggapi hal itu, Komisi IV DPRD Sumenep mendorong pemerintah daerah agar mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawas SPPG guna memastikan standar mutu, keamanan, serta kelayakan menu MBG benar-benar terjaga, Jumat (6/2).

“Karena program MBG berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat sehingga pengawasannya tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M. Ramzi.

Menurutnya, keberadaan Satgas diperlukan untuk meminimalkan potensi pelanggaran serta memastikan kualitas makanan tetap sesuai standar. Pengawasan juga tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mencakup proses pengolahan, kebersihan dapur, kualitas bahan, hingga distribusi makanan kepada penerima.

Politisi Partai Hanura tersebut juga meminta pemerintah daerah bersikap terbuka terhadap kritik yang berkembang di masyarakat. Ia menilai pembentukan Satgas bukan sekadar respons terhadap isu yang muncul, melainkan langkah pencegahan agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Sementara itu, salah satu pelaksana SPPG di Sumenep mengungkapkan bahwa mekanisme pengawasan di daerah ini masih berbeda dibandingkan sejumlah wilayah lain. Di beberapa kabupaten/kota, tim pengawas khusus telah lebih dulu dibentuk untuk memantau jalannya program MBG secara rutin.

Menurutnya, ketiadaan Satgas khusus di Sumenep membuat pengawasan belum berjalan optimal, sehingga diperlukan sistem yang lebih terstruktur agar pelaksanaan program dapat diawasi secara menyeluruh.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Dari HPN 2026, DPRD Sumenep Ajak Pers Jaga Integritas dan Kawal Kebijakan Publik

9 Februari 2026 - 17:08 WIB

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin

Reses di Sumenep, Said Abdullah Bantu UMKM, Pengurus Musala, dan Warga Kurang Mampu

7 Februari 2026 - 18:50 WIB

Reses di Sumenep, Said Abdullah Bantu UMKM, Pengurus Musala, dan Warga Kurang Mampu

DPRD Sumenep Siapkan Agenda Strategis 2026 Demi Pembangunan Daerah

6 Februari 2026 - 21:43 WIB

DPRD Sumenep Siapkan Agenda Strategis 2026 Demi Pembangunan Daerah

DPRD Sumenep Kawal Ketat Seleksi Sekda 2026 Demi Birokrasi yang Lebih Profesional

4 Februari 2026 - 21:50 WIB

DPRD Sumenep Kawal Ketat Seleksi Sekda 2026 Demi Birokrasi yang Lebih Profesional

Ceramah Kebangsaan di Pemalang, Doni Akbar: Jati Diri Bangsa Harus Diperkuat

13 Desember 2025 - 19:57 WIB

Rangkul Generasi Millenial Dan Gen Z, PKB Pemalang Adakan Pendidikan Kader Loyalis Partai

15 November 2025 - 16:18 WIB

Trending di POLITIK

Sorry. No data so far.