Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Kades di Masalembu Mendadak Ngaku Barang Pengadaan Perpus Digital 2023 Sudah Ada

Pada
ILUSTRASI. (ist/jurnalis indonesia)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pasca diberitakan pengadaan perpustakaan (perpus) digital dari Dana Desa yang pembelanjaannya melalui rekanan atau penyedia (CV) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun 2023 menjadi ajang korupsi karena barang dari pengadaan hingga bulan April 2024 belum diterima oleh Desa di Kecamatan Masalembu, seorang Pj Kepala Desa (Kades) setempat mendadak mengaku barang pengadaan itu sudah ada, Jumat (19/4/2024).

Hal ini dikatakan oleh salah satu Pj Kades di Kepulauan Masalembu yang awalnya mengaku barang dari pengadaan perpustakaan digital yang pembelanjaannya langsung dihandle satu penyedia (CV) belum diterima oleh semua Desa di Kecamatan Masalembu yang terdiri dari empat Desa (Masakambing, Kramian, Sukajeruk dan Masalima).

IMG-20260619-WA0003

“Yang perpus barang semua sudah ada tinggal bawa (ke desa yang dipimpinnya-red),” akunya secara mengejutkan yang awalnya mengaku jika barang dari pengadaan perpustakaan digital untuk semua Desa di Kecamatan Masalembu belum menerima pada kemarin Minggu (14/4/2024).

Berita Terkait :

Sang Kades ini awalnya juga mengaku enggan menerima barang dari pengadaan perpustakaan digital itu jika tidak diterima langsung di Desa. Namun tiba-tiba berubah kalau dirinya yang akan bawa sendiri menggunakan perahu. “Mungkin saya bawa lewat perahu,” sebutnya.

Dihimpun Jurnalis Indonesia, berdasarkan laporan penyaluran realisasi Dana Desa tahun 2023 untuk pengadaan perpustakaan digital pada empat Desa di Kecamatan Masalembu (Masalima, Sukajeruk, Kramian dan Masakambing) setiap Desa menganggarkan senilai Rp.35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah).

Menurut Pj Kades di Masalembu, dari anggaran Rp.35.000.000 itu Desa dijanjikan hanya menerima buku, TV dan tablet.

Namun sang Pj. Kades di Pulau Masalembu enggan menyampaikan siapa rekanan (CV) yang menjadi penyedia dari perpustakaan digital yang dianggarkan melalui Dana Desa di Sumenep itu. Pj Kades hanya menyebut jika dihandle oleh satu CV. Dan semua Desa di Sumenep dikatakan menganggarkan terkait program yang disebutkan dari kabupaten itu.

Di Kabupaten Sumenep memiliki 330 Desa. Jika dirata-rata Rp.35.000.000 setiap Desa jadi Dana Desa untuk pengadaan perpustakaan digital tahun 2023 yang dihandle satu rekanan atau penyedia (CV) tembus diangka Rp.11.550.000.000 (11 Milyar 550 Juta Rupiah).

Jurnalis Indonesia dalam penelusuran, untuk rekanan (CV) dalam pengadaan perpustakaan digital yang dianggarkan dari Dana Desa tahun 2023 itu. Sekaligus otak dibalik program yang disebutkan dari kabupaten tersebut. (ily)

Bacaan Lainnya

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *