Kepala SPPG Sonopatik Dinilai Bekerja Tidak Sesuai Jurusan Ilmu Gizi

Pada
Salah satu SPPG Sonopatik, Kecamatan Berbek yang diduga Kepala SPPG tidak sesuai jurusan gizi .(foto/iskandar)
Salah satu SPPG Sonopatik, Kecamatan Berbek yang diduga Kepala SPPG tidak sesuai jurusan gizi .(foto/iskandar)
A-AA+A++

NGANJUK (JURNALIS INDONESIA)- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah unit yang mengelola kegiatan program Makan Bergizi Gratis di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut mantan dosen di Akademi Gizi Surabaya, Agus Subiakto yang dihubungi wartawan mengatakan, mengenai kepala SPPG yang bekerja tidak sesuai jurusan, berikut penjelasannya:

Latar Belakang Pendidikan yang Diutamakan: Persyaratan untuk menjadi Kepala SPPG atau personel ahli gizi di SPPG diutamakan berasal dari lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau minimal D3/D4/S1 Ilmu Gizi.

Hal ini karena peran utama SPPG adalah memasak dan mendistribusikan makanan bergizi sesuai standar operasional ketat yang ditetapkan BGN, sehingga keahlian di bidang gizi sangat relevan.

Apakah Wajib Sesuai Jurusan? Meskipun jurusan gizi sangat diutamakan dan relevan dengan tugas pokoknya, informasi mengenai apakah sepenuhnya dilarang bagi seseorang dari jurusan lain untuk menjadi kepala SPPG tidak secara eksplisit disebutkan, namun kualifikasi di bidang gizi ditekankan.

Pertimbangan Kompetensi: Dalam banyak kasus di dunia kerja, yang terpenting adalah kompetensi dan kemampuan manajerial seseorang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, yang mencakup pengelolaan dapur, manajemen limbah, dan pengawasan mutu gizi, serta kemampuan berkoordinasi dengan BGN.

Di SPPG Sonopatik, Munawir S.Ag Kepala SPPG nya dari Sarjana Agama yang secara umum, tidak relevan bidang pengelolaan gizi dan pangan yang diduga salah dalam penerimaan pegawai.

Kepala SPPG yang bekerja tidak sesuai jurusan, berikut penjelasannya:
Latar Belakang Pendidikan yang Diutamakan: Persyaratan untuk menjadi kepala SPPG atau personel ahli gizi di SPPG diutamakan berasal dari lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau minimal D3/D4/S1 Ilmu Gizi.

Hal ini karena peran utama SPPG adalah memasak dan mendistribusikan makanan bergizi sesuai standar operasional ketat yang ditetapkan BGN, sehingga keahlian di bidang gizi sangat relevan.

Apakah Wajib Sesuai Jurusan? Meskipun jurusan gizi sangat diutamakan dan relevan dengan tugas pokoknya, informasi mengenai apakah sepenuhnya dilarang bagi seseorang dari jurusan lain untuk menjadi kepala SPPG tidak secara eksplisit disebutkan, namun kualifikasi di bidang gizi ditekankan.

Kepala SPPG berperan sebagai manajer operasional yang bertanggung jawab atas seluruh proses penyediaan makanan bergizi, melayani kurang lebih 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat di sekitarnya.

Ketika Kepala SPPG Sonopatik Munawir, dihubungi wartawan lewat WhatsApp merespon “Waalaikumsalam..?” namun selanjutnya hpnya tidak aktif sampai berita ini di tayangkan. (isk)

Bacaan Lainnya

Brigjen TNI Kohir Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Harapkan Pemerataan Pembangunan di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Desa Ambunten, Kecamatan...

Pemprov NTB Tertarik Pelajari Inovasi Tata Kelola Pemerintahan di Kabupaten Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep menerima...

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H/2026, Pemkab Sumenep Gaungkan Semangat Hijrah Melalui Doa Bersama-Pawai Obor

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Kampung Semarak DRT Jadi Magnet Warga Sumenep, Wadah Ekonomi UMKM hingga Aksi Sosial

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Lapangan Manding Laok, Kecamatan...

Kepala KSOP Kalianget Apresiasi Diklat Pemberdayaan Masyarakat Poltekpel Surabaya di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya...

Ponpes Hidayatut Thalibin Rayakan Harlah Ke-57, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Berintegritas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *