PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Menjelang tutup anggaran tahun 2025, sejumlah proyek fisik di Kabupaten Pemalang terus dikebut. Bahkan bisa dipastikan banyak proyek yang tidak rampung sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Misalnya proyek pembangunan RSUD Randudongkal Pemalang senilai Rp. 20.133 M.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Reka Esti Utama Semarang ini ahirnya mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah dan memohon untuk diberi perpanjangan waktu.
Dari pantauan awak media, sejumlah pengawas proyek, seperti konsultan pengawas, DPU TR, Kejaksaan, PPKom dan Inspektorat sudah mulai turun ke lokasi untuk menghitung progres pembangunan.
“Rekanan minta tambahan waktu selama 50 hari. Jelas itu tidak mungkin. Akhirnya oleh tim pengawas hanya diberi waktu 14 hari,” ujar Slamet Budiono, Kabid Sarana Prasarana Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Pemalang selaku pejabat pembuat komitmen (PPKom), Kamis (11/12/2025)
Slamet Budiono menjelaskan, tambahan waktu tersebut diberikan sudah sesuai ketentuan alasan yang disyaratkan dan kondisi di lapangan, seperti keadaan kahar dan beban kerja, di mana banyak batu sebesar kerbau yang harus disingkirkan.
“Kondisi pekerjaan sekarang sudah 75 %. Tambahan waktu 14 hari dipastikan rampung dengan menambah tenaga kerja dan jam lembur,” tegas Slamet Budiono. (ely/mam)


