Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Oknum Polwan Polres Sampang Diduga Jadi Beking Terlapor Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil

Pada
Ilustrasi (ist)
A-AA+A++

Polisi Wanita (Polwan) Polres Sampang berinisial A tersebut terus menunjukkan sikap dan bahasa keberpihakan bahkan rumah yang menjadi TKP dugaan penipuan jual beli mobil tersebut adalah rumahnya sendiri. “Sampean itu lihat mobil di Rumah saya,” bebernya.

Padahal sebelumnya Noval mengakui bahwa rumah tersebut adalah rumahnya.

IMG-20260617-WA0002

Memberikan pemaparan layaknya penerjemah terkait kasus itu, oknum Polisi Wanita ( Polwan ) ditanya tupoksinya oleh korban, Namun, Kanit Soni yang menberikan jawaban, “Anggota saya itu. Penyidik,” Jawabnya.

Bahkan ketika korban di ruangan SPKT untuk membuat laporan, oknum Polwan tersebut masih saja terkesan ikut ngerecoki dengan santainya duduk di samping kursi petugas SPKT.

“Tolong jelasin ke istrinya, mungkin ketika sampean yang jelasin ke istrinya akan  lebih paham,” kata Oknum Polwan inisial A kepada korban.

Kemudian istri korban menjelaskan bahwa tidak seharusnya mencari pembenaran.

“Tidak ada pembenaran mbak, karena Noval tiap hari ada dirumah saya. Rumah Noval sekitar 500 meter dari rumah saya. Dan posisi Mobil itu dua Rumah dari saya, mungkin Noval biar lebih Deket lah,” jelas oknum Polwan inisial A. (10/03/2022) malam.

“Terus kalau pengakuannya Noval disitu memang rumahnya Noval atau bukan Korelasinya kenapa ? permasalahannya dimana? Toh sudah jelas
itu rumah saya, Noval adalah saudara saya, unsur penipuannya dimana ? ,” Tandas oknum Polwan inisial A dengan pongahnya.

Hal itupun memantik respon aktivis KPK Nusantara, Zainal Fattah yang mengatakan bahwa oknum Polwan inisial inisial A tersebut tidak mencerminkan kepribadian dan sikap yang baik serta keprofesionalan dalam mengemban tugas sebagai aparat penegak Hukum.

“Netral itu lebih baik. Saudara ya saudara. Namun dalam dunia hukum tidak ada istilah saudara ketika terlibat dugaan tindak kejahatan. Kalau pun terlapor ( Noval ) adalah saudaranya, tidak harus oknum Polwan tersebut yang menjelaskan dari A- Z terkait kasus jual beli mobil tersebut karena ada penyidik yang profesional. Jikalau oknum Polwan bersikap seperti itu, sudah jelas tidak profesional dan amatir,” kata Aktivis KPK Nusantara, Zainal Fattah.

Bacaan Lainnya

Brigjen TNI Kohir Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Harapkan Pemerataan Pembangunan di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Desa Ambunten, Kecamatan...

Pemprov NTB Tertarik Pelajari Inovasi Tata Kelola Pemerintahan di Kabupaten Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep menerima...

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H/2026, Pemkab Sumenep Gaungkan Semangat Hijrah Melalui Doa Bersama-Pawai Obor

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Kampung Semarak DRT Jadi Magnet Warga Sumenep, Wadah Ekonomi UMKM hingga Aksi Sosial

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Lapangan Manding Laok, Kecamatan...

Kepala KSOP Kalianget Apresiasi Diklat Pemberdayaan Masyarakat Poltekpel Surabaya di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya...

Ponpes Hidayatut Thalibin Rayakan Harlah Ke-57, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Berintegritas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *