PASANG IKLANMU DISINI

Peduli Petani, Penyuluh Pertanian Batuputih Edukasi soal Dampak Kelebihan Pupuk Urea dan Solusinya

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Penyuluh pertanian dari BPP Batuputih, Zainur Rahman, S.TP, yang sejak Januari tahun ini berada di bawah naungan BPPSDMP Kementerian Pertanian terus konsisten menunjukkan kepedulian terhadap petani di wilayahnya. Jumat (27/2/2026).

Kali dengan mengedukasi para petani terkait dampak penggunaan pupuk urea yang berlebihan terhadap tanaman, tanah, dan lingkungan. Ia juga aktif memberikan edukasi melalui media digital (Facebook, Instagram, WhatsApp dan TikTok).

IMG-20260617-WA0002

Melalui materi sosialisasi yang disampaikan, ia menekankan pentingnya penggunaan pupuk secara tepat dosis dan sesuai kebutuhan tanaman.

Dalam pemaparannya, Zainur menjelaskan bahwa urea memang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman karena kandungan nitrogennya yang tinggi. Namun, jika digunakan secara berlebihan, justru dapat menimbulkan berbagai persoalan.

“Tanaman bisa terlihat sangat hijau dan rimbun, tetapi batangnya cenderung lemah dan mudah rebah. Energi tanaman lebih banyak terserap untuk pertumbuhan daun, bukan untuk pembentukan buah atau bulir,” ujarnya.

Selain itu, kelebihan urea juga dapat berdampak pada sistem perakaran. Akar menjadi kurang kuat sehingga tanaman lebih mudah mengalami stres dan tidak tahan terhadap kekeringan. Akibatnya, hasil panen bisa menurun dan produksi tidak maksimal.

Zainur juga memaparkan, tak hanya pada tanaman, dampak juga dirasakan oleh kondisi tanah. Penggunaan urea secara berlebihan dapat menyebabkan tanah menjadi lebih keras dan asam, bahkan mematikan mikroorganisme yang berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah.

Ia menjelaskan, bahwa dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas lahan pertanian. Dari sisi lingkungan, nitrogen yang tidak terserap tanaman dapat hanyut terbawa air dan mencemari sumber air seperti sungai. Selain itu, bau menyengat akibat amonia juga bisa muncul jika pemupukan tidak dilakukan dengan benar.

Sebagai solusi, pihaknya menyarankan agar petani tetap menggunakan urea sesuai takaran yang dianjurkan. Ia juga mendorong kombinasi dengan pupuk organik untuk menjaga keseimbangan unsur hara serta memperbaiki struktur tanah.

“Urea tetap diperlukan, tetapi harus tepat dosis. Gunakan sesuai umur tanaman dan kondisi lahan agar hasil optimal dan lingkungan tetap terjaga,” terangnya.

Melalui edukasi ini, diharapkan para petani di Kabupaten Sumenep semakin bijak dalam penggunaan pupuk sehingga produktivitas pertanian tetap tinggi tanpa merusak ekosistem.

Bacaan Lainnya

Bakesbangpol Sumenep Intensifkan Pendidikan Politik Jelang Pilkades 2027

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai...

MCF 2026 Jadi Etalase Produk Lokal, Wabup Sumenep Minta UMKM Terus Berinovasi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong...

Wabup Sumenep Kunjungi Stan Kecamatan Masalembu di MCF 2026 yang Tampilkan Ragam Kuliner Tradisional Kepulauan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kekayaan kuliner masyarakat kepulauan...

Wabup Sumenep Tinjau Stan Bappeda di MCF 2026, Apresiasi Konsep Kreatif dan Informatif

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Wakil Bupati Sumenep KH....

Melalui MCF 2026, Pemkab Sumenep Berhasil Tampilkan Kekayaan Budaya 12 Daerah Jawa Timur

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Madura Culture Festival (MCF)...

Dekat dengan Masyarakat, Satlantas Polresta Sumenep Hadirkan Layanan Ini di MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Gelaran Madura Culture Festival...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *