NGANJUK (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk bersama BPS menggelar ekspos data kemiskinan Maret 2025 dan PDRB Triwulan II 2025 sekaligus rapat koordinasi percepatan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Nganjuk tercatat 5,32% pada Triwulan I 2025 dan 4,7% di Triwulan II. Angka kemiskinan turun dari 10,17% menjadi 10,06% atau sekitar 1.000 jiwa.
Bupati Marhaen Djumadi menegaskan perlunya percepatan proyek strategis dan menyiapkan program penanggulangan kemiskinan, seperti Kartu Nganjuk Cerdas untuk 10 ribu pelajar, bantuan pendidikan, serta perlindungan sosial bagi 4.500 lansia.
Pemkab Nganjuk menegaskan komitmen mempercepat pembangunan, menekan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus ditopang dengan eksekusi cepat berbagai program strategis.
“Tahun lalu pertumbuhan ekonomi kita 4,9%, kemudian naik menjadi 5,32% di triwulan pertama 2025, hampir sama dengan capaian 2023 yang menyentuh 5,35%. Salah satu kuncinya adalah percepatan pelaksanaan proyek strategis daerah,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan, menekan angka kemiskinan, serta mewujudkan Nganjuk yang melesat dan bermartabat.
Sementara itu, Kepala BPS menekankan pentingnya data akurat untuk kebijakan pembangunan, sementara Wakil Bupati menyoroti perlunya menjaga stabilitas pertumbuhan melalui stimulus dan percepatan realisasi anggaran. (isk)


