PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

WALHI Desak Pemerintah Tuntaskan Dugaan Pencemaran Batubara di Perairan Masalembu dan Beri Sanksi

Pada
Kapal pengangkut batu bara yang tumpah di kawasan perairan Masalembu, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur
A-AA+A++

SUMENEP, JURNALIS-INDONESIA.com – Pada bulan Februari 2022 diduga telah terjadi pencemaran di kawasan perairan Masalembu, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, yang diakibatkan tumpahnya muatan batubara dari Kapal Ponton Woodman 37.

Peristiwa ini mengakibatkan dugaan pencemaran di wilayah perairan yang kaya dengan suber daya ikan tersebut. Warga setempat yang telah berhasil mengumpulkan bukti berupa foto, menyatakan batubara yang tenggelam ke laut mengakibatkan warna air laut berubah menjadi hitam pekat. Selain itu, ikan menjauh dari wilayah perairan yang terpapar tersebut. Dampaknya, nelayan tradisional tidak bisa mencari ikan.

“Jika dampak tumpahan tersebut tidak segera diatasi, maka akan meningkatkan resiko kerusakan ekosistem, terutama ancaman pada keberlanjutan terumbu karang yang menjadi penanda penting keseimbangan ekosistem perairan,” terang Direktur Eksekutif WALHI Jawa Timur, Wahyu Eka Styawan, dalam rilis tertulis kepada media, Minggu (24/4/2022) Malam.

WALHI Jawa Timur bersama warga telah melakukan pelaporan tentang tumpahan batu bara ini ke sejumlah pihak terkait, yaitu, pada Penegkan Hukum (Gakkum) Jabal Nusra, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur, pada bulan Maret 2022.

Laporannya baru mendapatkan respons pada bulan April 2022. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur menyebut sedang melakukan koordinasi dan upaya lanjutan dengan berbagai pihak terkait. Sebelumnya, petugas Satuan Pengawas SDKP Jawa Timur telah datang ke Pulau Masalembu pada 28 Maret 2022 untuk bertemu dengan masyarakat dan melakukan assessment terkait dugaan pencemaran.

Wahyu Eka Setyawan menyayangkan respons yang sangat lambat dan tidak ada keterbukaan ke publik mengenai persoalan ini. Hal ini dianggap akan jadi preseden buruk bagi penegakkan hukum lingkungan karena berlarut-larutnya penyelesaian kasus dan upaya rehabilitasi.

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Kuasa Hukum Penggugat Bambang Hermanto Nilai Kesaksian Saksi Tergugat Tak Sesuai Fakta

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sidang sengketa tanah bersertifikat...

Dugaan Pemotongan PKH di Desa Mantajun Kecamatan Dasuk Mencuat dan Bakal Menyeret Tersangka

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kasus dugaan pemotongan dana...

Pemanggilan Wartawan di Polres Sumenep Picu Polemik, Kasus Tambang Maut hingga BBM Ikut Mencuat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Ketegangan antara insan pers...

Seorang Jurnalis Dilaporkan Atas Pemberitaan, APJ Bakal Demo Satu Bulan Menelanjangi Kebobrokan Polres Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Aliansi Peduli Jurnalis (APJ)...

Hemat Energi dan Jaga Lingkungan, Fraksi PDIP DPRD Sumenep Terapkan Gowes ke Kantor

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen terhadap penghematan energi...

Temuan Kokain 27,83 Kg di Polres Sumenep Penuh Misteri, Ketua JSI Warning Jangan Sampai Menjelma Seperti Kasus Teddy Minahasa

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Temuan narkotika diduga kokain...

IMG-20260320-WA0006