PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260619-WA0002
IMG-20260817-WA0001

Kembali Terungkap, Guru Sertifikasi Kemenag Sumenep Dijadikan Ajang Bisnis Berkedok Pelatihan: Ternyata juga Dipungut Biaya Rp150

Pada
Kembali Terungkap, Guru Sertifikasi Kemenag Sumenep Dijadikan Ajang Bisnis Berkedok Pelatihan: Ternyata juga Dipungut Biaya Rp150
Kembali Terungkap, Guru Sertifikasi Kemenag Sumenep Dijadikan Ajang Bisnis Berkedok Pelatihan: Ternyata juga Dipungut Biaya Rp150
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Guru sertifikasi di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang seakan dijadikan ajang bisnis mencari cuan berkedok pelatihan kembali terungkap. Ternyata pada bulan April tahun 2025 ini juga dipungut biaya yang lebih besar. Rabu (26/11/2025).

“Sebelumnya, ada pendidikan dan pelatihan yang lebih besar nominalnya dan lebih banyak pesertanya. Tembus Rp150 per orang,” beber sumber.

Sumber membeberkan, sasarannya itu Guru Sertifikasi, Guru RA, Guru ASN dan Kepala Sekolah sebanyak 305 orang.

“Kalau dijumlahkan untuk uang yang dipungut itu mencapai Rp.45.750.000,” lanjutnya.

Lokasinya kata sumber tetap sama di Yayasan Tanwirul Hija Desa Cangkreng.

Sebelumnya diberitakan, yang juga berlokasi di Yayasan Tanwirul Hija Desa Cangkreng, Guru Sertifikasi di Kemenag Sumenep juga dipungut biaya pelatihan sebesar Rp75 per orang.

Sumber Jurnalis Indonesia mengatakan, bahwa seorang peserta membeberkan terkait pelatihan guru sertifikasi yang dipungut biaya Rp75 ribu per orang. Padahal menurutnya regulasinya melarang dengan jelas.

“Pelatihan guru sertifikasi seharusnya dilakukan secara gratis dan profesional, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Guru berhak mendapatkan pelatihan yang berkualitas tanpa beban biaya yang tidak seharusnya,” ungkapnya.

Sementara Abdul Wasid, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pilih tutup mulut terkait persoalan guru sertifikasi di lingkungannya yang seakan dijadikan ajang bisnis cari cuan berkedok pelatihan itu.

Abdul Wasid saat ditemui di kantornya enggan memberikan komentar karena mengaku buru-buru ada kegiatan di luar.

Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid lalu meminta agar menemui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumenep, Edi Hariyanto.

Edi Hariyanto, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumenep, saat hendak ditemui di kantornya mendadak menghilang. Salah satu pegawai menyebut sang Kasi dinas diluar. (ily)

Bacaan Lainnya

SMANBO Tampil Gemilang pada Ajang Lomba Lari HUT ke-81 RI Tumbangkan Rivalnya SMA DDI Masalembu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Semarak peringatan Hari Ulang...

Kepala SMAN 1 Masalembu Kobarkan Semangat Kemerdekaan di HUT ke-81 RI

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala SMAN 1 Masalembu,...

Muhammad Ja’far Hasibuan, Mahasiswa USU yang Mengubah Keterbatasan Menjadi Karya Ilmiah

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Kisah perjuangan Muhammad Ja’far...

Kadisdik Sumenep Ajak Guru dan Siswa Perkuat Budaya Literasi di Momentum HUT ke-81 RI

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)...

Tim Putri Disdik Sumenep Juara Lomba Tarik Tambang Antar OPD pada Semarak HUT RI ke-81

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Perayaan Hari Ulang Tahun...

Bupati Sumenep Cak Fauzi dan Baznas Beri Dukungan kepada Santri Berprestasi Menuju Forum Dunia

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *