SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Jurnalis Sumenep Independen (JSI) resmi membuka Panggung Kreasi sebagai bagian dari rangkaian JSI Community Impact & Journalism Festival 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Youth Creative Movement: Ruang Ekspresi Tanpa Batas” ini menjadi ruang kolaborasi baru bagi generasi muda dan pelaku seni di Kota Keris. Jumat (29/11/2025).
Pada penyelenggaraan tahun ini, JSI memilih Warung Kopi Wirausaha Muda Sumenep (WMS) sebagai lokasi acara. Pemilihan tempat tersebut bukan tanpa alasan.
JSI ingin memberikan dukungan nyata kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat merasakan dampak ekonomi dari meningkatnya aktivitas komunitas dan ruang kreatif di Sumenep.
Sebagai penghibur utama, JSI menghadirkan grup musik Zonata Music Generation yang tampil memukau. Kehadiran mereka sekaligus menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk turut hadir meramaikan acara tersebut.
Nampak hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, jurnalis, akademisi, hingga perwakilan Satlantas Polres Sumenep. Tak hanya itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep juga menunjukkan dukungan dengan menghadirkan pejabat terkait.
Ketua Panitia Pelaksana, David Jauzi, mengatakan bahwa kehadiran JSI di Sumenep bukan hanya sebagai ruang berkumpulnya para jurnalis, tetapi juga sebagai wadah untuk melakukan gerakan sosial kemasyarakatan secara berkelanjutan.
Menurutnya, JSI telah menjalankan berbagai program sosial sejak awal berdiri.
Beberapa program tersebut di antaranya pembangunan musala umat di Manding, program Saku Berkah berupa santunan mingguan, kegiatan menjaga lingkungan dari kota hingga desa bekerja sama dengan PKDI dan DLH Sumenep, serta pelaksanaan Jum’at Berkah yang berfokus pada santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
David menegaskan bahwa Panggung Kreasi menjadi langkah strategis untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat agar turut mengawal dan mendukung visi-misi Pemerintah Kabupaten Sumenep secara bijak dan berkesinambungan.
“Kami ingin masyarakat dari berbagai latar belakang bisa bersatu, saling mendukung, dan bergerak dalam semangat kolaborasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa JSI akan terus membangun kemitraan dengan berbagai stakeholder untuk memperkuat program sosial, kesenian, budaya, dan kegiatan produktif lainnya.
“Ini adalah langkah awal untuk mewujudkan Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumenep, Irwan Sujatmiko, memberikan apresiasi atas kolaborasi yang telah dibangun antara JSI dan Pemkab Sumenep.
Ia menilai, kerja sama dalam isu lingkungan dan sosial sudah menunjukkan dampak positif, dan ia berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Miko sapaan akrabnya menjelaskan bahwa upaya menjaga lingkungan seharusnya tidak hanya bersifat insidental. Ia mendorong agar kampanye kebersihan, edukasi publik, dan gerakan ekologis lainnya terus dikembangkan dengan metode yang lebih kreatif dan efektif.
“Dengan adanya JSI, kami berharap tercipta Sumenep yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.
Selain itu, Miko menaruh harapan besar pada peran organisasi jurnalis seperti JSI dalam peningkatan kompetensi wartawan dan gerakan sosial kemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mengapresiasi kontribusi tersebut.
Menurutnya, keberadaan komunitas jurnalis seperti JSI bukan hanya memperkuat ekosistem informasi, tetapi juga menjadi mitra penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan berdaya.


