PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Aksi Cipayung Plus Memanas: Kapolres Enggan Tanda Tangan Tuntutan, Jalan Utama Sampang Diblockade

Pada
A-AA+A++

SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Aksi unjuk rasa yang digelar massa Cipayung Plus Sampang berlangsung dengan tensi tinggi sejak pagi hari. Ratusan mahasiswa dan aktivis dari berbagai organisasi yang tergabung dalam aliansi tersebut memadati kawasan depan Kapolres Sampang untuk menyuarakan tuntutan mereka, Minggu (31/8/2025).

Massa mendesak aparat kepolisian bertanggung jawab atas tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang diduga menjadi korban tindakan represif saat aksi sebelumnya.

IMG-20260926-WA0006

Aksi yang berlangsung sejak pagi di depan Mapolres Sampang semula berjalan tertib. Ketegangan mulai terasa ketika perwakilan Cipayung Plus menyerahkan surat tuntutan, namun ditolak untuk ditandatangani oleh Kapolres Sampang, AKBP Hartono.

Kecewa dengan penolakan Kapolres, massa kemudian bergerak menuju Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepat di perempatan utama Kota Sampang. Dengan membentangkan spanduk serta melantangkan orasi, mereka memblokade jalan hingga membuat arus lalu lintas lumpuh total di kawasan tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang disebarkan kepada media, Cipayung Plus mendesak kepolisian agar bertanggung jawab secara transparan, mengusut tuntas kasus kematian Affan Kurniawan, serta menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindakan represif terhadap masyarakat sipil.

Koordinator aksi, Ahmad Dahlan selaku Korlap I, perwakilan dari PC PMII Sampang, menegaskan bahwa tragedi yang menimpa Affan bukan sekadar persoalan individual, melainkan cerminan nyata ancaman terhadap keselamatan rakyat sipil dari aparat yang seharusnya menjadi pelindung.

“Kapolres menolak menandatangani tuntutan kami, itu berarti beliau tidak serius melindungi rakyat. Karena itu, kami turun ke jalan dan akan terus bergerak sampai tuntutan kami dipenuhi,” teriak salah satu orator aksi dari atas mobil komando.

Aksi blokade di titik strategis Kota Sampang terus berlanjut, sementara aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan ketat untuk mengantisipasi eskalasi lebih lanjut. (sid)

Bacaan Lainnya

Operasi Sikat Semeru 2026 Berbuah Hasil, Polresta Sumenep Amankan 10 Tersangka

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Polresta Sumenep mengungkap sembilan...

Praperadilan Devi Taurisa Kembali Tertunda, Hakim Janji Tegur Jurusita

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Sidang praperadilan yang diajukan...

Pencabulan Anak Usia 4 Tahun, LBH GP Ansor Tegal: Ini Kejahatan Kemanusiaan Luar Biasa

TEGAL (JURNALIS INDONESIA) – Peristiwa memilukan diduga terjadi...

Dugaan Penganiayaan Anak di Lingkar Barat Dilaporkan ke Polresta Sumenep, Pelapor Minta Terduga Pelaku Segera Ditangkap

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dugaan tindak pidana penganiayaan...

Pelaku Dugaan Pencabulan di Batuputih Ditangkap, Ibu Korban Apresiasi Polresta Sumenep dan Minta Dihukum Berat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Keberhasilan Satreskrim Polresta Sumenep...

Kapolresta Sumenep dan Kepala BNNK Pimpin Operasi Gabungan, Sasar Cafe Mr. Ball dan Pelabuhan Kalianget

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Polresta Sumenep bersinergi dengan...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *