Aksi Cipayung Plus Memanas: Kapolres Enggan Tanda Tangan Tuntutan, Jalan Utama Sampang Diblockade

Pada
A-AA+A++

SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Aksi unjuk rasa yang digelar massa Cipayung Plus Sampang berlangsung dengan tensi tinggi sejak pagi hari. Ratusan mahasiswa dan aktivis dari berbagai organisasi yang tergabung dalam aliansi tersebut memadati kawasan depan Kapolres Sampang untuk menyuarakan tuntutan mereka, Minggu (31/8/2025).

Massa mendesak aparat kepolisian bertanggung jawab atas tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang diduga menjadi korban tindakan represif saat aksi sebelumnya.

IMG-20260617-WA0002

Aksi yang berlangsung sejak pagi di depan Mapolres Sampang semula berjalan tertib. Ketegangan mulai terasa ketika perwakilan Cipayung Plus menyerahkan surat tuntutan, namun ditolak untuk ditandatangani oleh Kapolres Sampang, AKBP Hartono.

Kecewa dengan penolakan Kapolres, massa kemudian bergerak menuju Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepat di perempatan utama Kota Sampang. Dengan membentangkan spanduk serta melantangkan orasi, mereka memblokade jalan hingga membuat arus lalu lintas lumpuh total di kawasan tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang disebarkan kepada media, Cipayung Plus mendesak kepolisian agar bertanggung jawab secara transparan, mengusut tuntas kasus kematian Affan Kurniawan, serta menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindakan represif terhadap masyarakat sipil.

Koordinator aksi, Ahmad Dahlan selaku Korlap I, perwakilan dari PC PMII Sampang, menegaskan bahwa tragedi yang menimpa Affan bukan sekadar persoalan individual, melainkan cerminan nyata ancaman terhadap keselamatan rakyat sipil dari aparat yang seharusnya menjadi pelindung.

“Kapolres menolak menandatangani tuntutan kami, itu berarti beliau tidak serius melindungi rakyat. Karena itu, kami turun ke jalan dan akan terus bergerak sampai tuntutan kami dipenuhi,” teriak salah satu orator aksi dari atas mobil komando.

Aksi blokade di titik strategis Kota Sampang terus berlanjut, sementara aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan ketat untuk mengantisipasi eskalasi lebih lanjut. (sid)

Bacaan Lainnya

Polresta Sumenep Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pemuda 22 Tahun Ditahan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)...

Alasan Sakit, Istri Anom Mangkir dari Panggilan KPK, FWP: Mungkin Takut Ditahan

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Istri Bupati Pemalang nonaktif...

Polresta Sumenep Bongkar Dugaan Peredaran Pil Y di Gapura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Satuan Samapta Polresta Sumenep...

Demi Keamanan Warga, Anggota DPRD Sumenep Desak Polsek Masalembu Putus Jaringan Narkoba dan Penadah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya menjaga keamanan dan...

Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, Anwar Sadad Absen dari Pemeriksaan KPK

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Anggota DPR RI, Anwar...

Mengenaskan, Bupati Baru Pemalang Anom Widiyantoro Diciduk KPK Terkait Jual Beli Proyek dan Jabatan ‎

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Sebanyak 21 orang pejabat...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *