Skrol untuk membaca pos
Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Sumenep dan Wakilnya Fauzi-Imam, Catat Segudang Capaian Nyata di Berbagai Sektor
Example floating
Example floating
IMG-20251210-WA0009

Di Hari Antikorupsi, Aktivis Sampang Laporkan Proyek Patung Karapan Sapi Rp3,3 Miliar

Pada
A-AA+A++

SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), aktivis Sampang, Rosi, mengambil langkah tegas dengan melaporkan dugaan mark up proyek pembangunan patung karapan sapi di Alun-Alun Trunojoyo ke Polres Sampang sebagai langkah keseriusan aparat penegak hukum, Selasa (09/12/2025).

Laporan itu tercatat sebagai pengaduan resmi dan telah diterima bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sampang.

IMG-20260410-WA0003

Menurut Rosi, pelaporan ini dilakukan sebagai bentuk kegelisahan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran daerah, terutama proyek yang nilainya dianggap tidak masuk akal.

Ia menilai anggaran Rp 3,3 miliar untuk tiga pasang patung karapan sapi layak dipertanyakan secara terbuka dan diaudit menyeluruh.

Kecurigaan semakin menguat setelah salah satu pengrajin tembaga asal Jawa Tengah yang mengklaim sebagai pembuat patung menyebut biaya produksi hanya sekitar Rp 150 juta per unit.

Perbedaan nilai yang mencapai miliaran rupiah itu, kata Rosi, merupakan indikasi awal adanya potensi tindak pidana korupsi yang harus diusut tanpa kompromi.

“Selisihnya tidak wajar dan mustahil dianggap sebagai kesalahan administrasi biasa. Ini harus dibongkar seterang-terangnya,” tegas Rosi.

Ia menambahkan bahwa laporan tersebut juga melampirkan sejumlah pemberitaan media online serta keterangan pengrajin sebagai bukti awal yang bisa dijadikan dasar penyelidikan.

Rosi mendesak unit Satreskrim Polres Sampang bekerja profesional, transparan, dan tidak terpengaruh kepentingan pihak mana pun.

Menurutnya, patung karapan sapi bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi simbol identitas budaya Madura yang semestinya dikerjakan secara jujur dan bertanggung jawab.

“Jika benar ada praktik mark up, masyarakat berhak mengetahui siapa yang bermain dan ke mana aliran dananya,” ujarnya.

Ia berharap Hakordia menjadi momentum bagi aparat untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membersihkan Sampang dari praktik koruptif. (sid)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Pulau Keramaian Darurat Narkoba Mengancam Pelajar, Orang Tua Resah, Kepolisian-Pemerintah Didesak Segera Turun Tangan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi memprihatinkan tengah melanda...

Soal Rokok Ilegal, Polsek Randudongkal Tidak Serius Tangani Aduan Masyarakat

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Peredaran rokok tanpa pita...

Tembok Roboh, Satu Orang Terluka Dilarikan ke Rumah Sakit, Kontraktor Harus Bertanggungjawab

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pengerjaan proyek galian gorong-gorong...

Penjualan Rokok Tanpa Cukai di Pemalang Terungkap, Polisi Diminta Tindak Lanjut

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Peredaran rokok tanpa pita...

Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bluto, Kuasa Hukum Minta Penanganan Profesional

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana malam Ramadan yang...

Pensiunan di Talango Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Penipuan Modal Usaha Rp135 Juta ke Polres Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Seorang pensiunan warga Kecamatan...

IMG-20260410-WA0003
IMG-20260320-WA0006