PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260920-WA0013

Di Hari Antikorupsi, Aktivis Sampang Laporkan Proyek Patung Karapan Sapi Rp3,3 Miliar

Pada
A-AA+A++

SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), aktivis Sampang, Rosi, mengambil langkah tegas dengan melaporkan dugaan mark up proyek pembangunan patung karapan sapi di Alun-Alun Trunojoyo ke Polres Sampang sebagai langkah keseriusan aparat penegak hukum, Selasa (09/12/2025).

Laporan itu tercatat sebagai pengaduan resmi dan telah diterima bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sampang.

IMG-20260617-WA0002

Menurut Rosi, pelaporan ini dilakukan sebagai bentuk kegelisahan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran daerah, terutama proyek yang nilainya dianggap tidak masuk akal.

Ia menilai anggaran Rp 3,3 miliar untuk tiga pasang patung karapan sapi layak dipertanyakan secara terbuka dan diaudit menyeluruh.

Kecurigaan semakin menguat setelah salah satu pengrajin tembaga asal Jawa Tengah yang mengklaim sebagai pembuat patung menyebut biaya produksi hanya sekitar Rp 150 juta per unit.

Perbedaan nilai yang mencapai miliaran rupiah itu, kata Rosi, merupakan indikasi awal adanya potensi tindak pidana korupsi yang harus diusut tanpa kompromi.

“Selisihnya tidak wajar dan mustahil dianggap sebagai kesalahan administrasi biasa. Ini harus dibongkar seterang-terangnya,” tegas Rosi.

Ia menambahkan bahwa laporan tersebut juga melampirkan sejumlah pemberitaan media online serta keterangan pengrajin sebagai bukti awal yang bisa dijadikan dasar penyelidikan.

Rosi mendesak unit Satreskrim Polres Sampang bekerja profesional, transparan, dan tidak terpengaruh kepentingan pihak mana pun.

Menurutnya, patung karapan sapi bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi simbol identitas budaya Madura yang semestinya dikerjakan secara jujur dan bertanggung jawab.

“Jika benar ada praktik mark up, masyarakat berhak mengetahui siapa yang bermain dan ke mana aliran dananya,” ujarnya.

Ia berharap Hakordia menjadi momentum bagi aparat untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membersihkan Sampang dari praktik koruptif. (sid)

Bacaan Lainnya

Polresta Sumenep Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pemuda 22 Tahun Ditahan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)...

Alasan Sakit, Istri Anom Mangkir dari Panggilan KPK, FWP: Mungkin Takut Ditahan

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Istri Bupati Pemalang nonaktif...

Polresta Sumenep Bongkar Dugaan Peredaran Pil Y di Gapura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Satuan Samapta Polresta Sumenep...

Demi Keamanan Warga, Anggota DPRD Sumenep Desak Polsek Masalembu Putus Jaringan Narkoba dan Penadah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya menjaga keamanan dan...

Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, Anwar Sadad Absen dari Pemeriksaan KPK

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Anggota DPR RI, Anwar...

Mengenaskan, Bupati Baru Pemalang Anom Widiyantoro Diciduk KPK Terkait Jual Beli Proyek dan Jabatan ‎

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Sebanyak 21 orang pejabat...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *